Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum. Insomnia mengacu pada kesulitan untuk tertidur, mudah terbangun dan terbangun lebih awal di tengah-tengah tidur, kualitas tidur yang rendah, waktu tidur yang berkurang secara signifikan, dan pada beberapa kasus yang parah, tidak bisa tidur di malam hari. Insomnia jangka panjang dapat menyebabkan gangguan perhatian, kelelahan, dan bahkan sakit kepala, mimpi yang berlebihan, berkeringat, kehilangan ingatan, dan sejumlah gejala klinis, serta sejumlah gangguan psikosomatis. (a) Faktor lingkungan: kebisingan atau cahaya mengganggu tidur, suhu tinggi atau dingin memengaruhi tidur, tempat tidur yang tidak nyaman seperti tempat tidur yang terlalu keras atau terlalu tebal atau terlalu tipis dapat memengaruhi tidur, perubahan lingkungan tidur seperti rawat inap kronis atau tinggal di hotel juga dapat menyebabkan insomnia, dan teman tidur, terutama yang mendengkur dengan keras, juga dapat memengaruhi tidur. (b) Faktor fisiologis: Bepergian melintasi beberapa zona waktu dengan kecepatan tinggi (jet lag) dan perubahan dari shift siang ke shift malam juga dapat menyebabkan insomnia karena jam biologis tubuh belum beradaptasi dengan ritme sirkadian yang baru. (iii) Berbagai faktor psikososial: Stres dan berbagai peristiwa kehidupan dapat menyebabkan insomnia. Kecemasan akan penyakit diri sendiri atau orang yang dicintai, takut akan operasi, kematian orang yang dicintai, khawatir akan ujian atau menerima pekerjaan penting adalah penyebab umum insomnia sementara. (iv) Penyakit fisik: Berbagai penyakit yang menyakitkan, penyakit yang secara kronis menyusahkan, seperti penyakit jantung-paru, radang sendi, kanker stadium lanjut, nokturia, penyakit saluran cerna, gagal ginjal, hipertiroidisme, penyakit Parkinson, dan lain-lain sering menyebabkan insomnia. (v) Gangguan kejiwaan: depresi, skizofrenia, demensia, gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kepribadian ambang, dll. sering dikaitkan dengan insomnia. (vi) Faktor obat: Obat-obatan yang paling umum yang menyebabkan insomnia adalah kafein, teofilin, dan berbagai stimulan, serta alkohol dan penekan nafsu makan, yang dikenal sebagai rebound insomnia. (vii) Gangguan tidur yang menyertai: seperti mimpi buruk dan teror malam. (viii) Gangguan tidur primer: misalnya insomnia idiopatik, sindrom fase tidur yang tertunda atau dini, sindrom apnea tidur. (ix) Insomnia semu: Insomnia semu juga dikenal sebagai kesalahan identifikasi kondisi tidur, misalnya tidur disalahartikan sebagai tidak tidur, atau kelelahan disalahartikan sebagai insomnia dalam beberapa kasus.