Apakah glukosa darah postprandial 5,7mmol/L normal atau tidak terutama ditentukan oleh glukosa darah postprandial 2 jam, yang lebih bermakna secara klinis. Kisaran glukosa darah 2 jam postprandial adalah 4,4-7,8mmol/L. Ketika glukosa darah postprandial >11,1mmol/L, glukosa darah tidak normal. Penilaian khusus juga harus dibuat menurut kelompok orang yang berbeda: 1. Populasi umum: Jika orang normal memiliki glukosa darah postprandial 5,7mmol/L, maka termasuk dalam keadaan normal. Jika glukosa darah 2 jam postprandial orang normal adalah >7.8mmol/L, itu termasuk situasi abnormal. Jika gula darah 2 jam postprandial >11,1mmol/L menunjukkan adanya diabetes, sehingga tidak perlu terlalu khawatir akan munculnya diabetes. 2. Pasien diabetes: Pasien diabetes muda biasa dapat dianggap normal jika gula darah postprandial mereka 5,7mmol/L. Tetapi pasien diabetes usia lanjut dengan glukosa darah postprandial 5,7mmol/L berada di sisi rendah dan rentan terhadap hipoglikemia. Jika pasien makan lebih sedikit atau berolahraga lebih banyak, hal ini dapat dengan mudah menyebabkan hipoglikemia. Untuk pasien lansia yang lebih tua dan memiliki penyakit yang mendasari, tidak dianjurkan untuk mengontrol glukosa darah postprandial di bawah 6,5mmol/L, tetapi sebaiknya 7,0-8,0mmol/L untuk meminimalkan timbulnya hipoglikemia. Dalam kasus pasien lanjut usia, nilai glukosa darah 2 jam pasca-prandial bisa lebih rileks. Pasien dengan masalah mobilitas terkadang memiliki glukosa darah antara 9,0-10,0mmol/L, yang dianggap normal. Oleh karena itu, kisaran normal glukosa darah pasca-prandial terutama fleksibel sesuai dengan situasi spesifik pasien.