Trauma mata tidak jarang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan sebagian besar terjadi seketika, dan pertolongan pertama serta penyelamatan di tempat kejadian adalah kunci untuk mendapatkan kembali penglihatan di kemudian hari. Trauma mata dibagi menjadi dua kategori, pertama adalah trauma mata mekanis, yaitu yang disebabkan oleh benda tajam atau tumpul, terutama cedera penetrasi mata, cedera ruptur mata, dan cedera benda asing intraokular; kategori lainnya adalah trauma mata non-mekanis, yaitu yang disebabkan oleh bahan kimia, suhu tinggi, dan radiasi, terutama luka bakar alkali, asam, dan termal. Cedera tembus pada mata sering ditandai dengan air mata yang terasa panas dan penglihatan yang kabur, sedangkan cedera mata yang pecah sering ditandai dengan pendarahan dan robekan serta kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, ketika cedera mata teridentifikasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah melindungi mata yang terluka, tetapi jangan pernah mengucek mata lagi, karena sedikit saja tekanan dapat menyebabkan jaringan dan isi mata keluar dari luka dan memperparah kerusakan. Selanjutnya, tutuplah mata yang sehat dengan tangan Anda untuk mengetahui apakah mata yang cedera dapat melihat dengan jelas, dan segera rujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis mata. Cedera mata mekanis sangat bergantung pada perbaikan bedah oleh dokter mata, sedangkan trauma mata non-mekanis lebih kepada pertolongan pertama dan pertolongan pertama yang berhasil di tempat kejadian dapat mengurangi kerusakan mata. Segera setelah percikan bahan kimia masuk ke mata, penting untuk menyiram dengan air selama lebih dari 15 menit; jika tidak ada sumber air bersih di tempat kejadian, air kolam, air selokan atau air sumur dapat digunakan, tetapi jangan mencari air bersih terlalu jauh. Penting untuk dipahami bahwa konsentrasi asam yang tinggi dapat menyebabkan koagulasi dan denaturasi protein pada permukaan mata, sedangkan konsentrasi alkali yang tinggi dapat menembus jaringan dan dapat merusak jaringan intraokular yang lebih dalam. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi konsentrasi dengan membilas dengan banyak air setelah cedera akan meminimalkan kerusakan jaringan mata. Jangan pernah menggunakan alkali untuk menetralkan asam atau asam untuk menetralkan alkali di tempat kejadian, karena konsentrasi alkali atau asam industri apa pun dapat memperparah kerusakan pada mata. Luka bakar termal terutama ditandai dengan cedera api dan luka bakar kontak. Dalam kasus luka bakar api, kerusakan pada mata sebagian besar kecil karena fungsi penutupan kelopak mata berfungsi untuk melindungi mata. Luka bakar akibat kontak panas sebagian besar disebabkan oleh air atau minyak yang mendidih dalam kehidupan sehari-hari atau percikan besi cair atau air aluminium di tempat kerja ke mata. Kerusakan yang pertama bersifat ringan, sedangkan kerusakan yang kedua sering kali diperparah oleh jebakan benda asing dan reaksi kimia, selain kerusakan mata yang disebabkan oleh suhu tinggi. Oleh karena itu, selain membilas dengan air di tempat kejadian, harus segera dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan oleh dokter mata.