Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan pada Betis

Nyeri betis adalah gejala yang harus diperhatikan untuk ketegangan otot, gangguan pembuluh darah, trauma, penyakit tulang belakang lumbal, dan penyebab pemicu lainnya. 1. Ketegangan otot: ketika melakukan olahraga berat jangka panjang seperti lari jarak jauh, bola basket, sepak bola, dll., yang mengakibatkan otot betis, tendon, dll. mengalami peradangan akibat ketegangan yang menyebabkan nyeri. 2. Gangguan pembuluh darah: emboli pembuluh darah vena dalam ekstremitas bawah, aterosklerosis, suplai darah yang tidak mencukupi, varises, flebitis, dll., Gangguan sirkulasi darah lokal pada betis juga dapat menyebabkan pembengkakan betis, rasa sakit, nyeri, dan ketidaknyamanan. 3. Trauma: jatuh, benturan, dll. Dapat menyebabkan otot betis, robekan tendon dan cedera lainnya, juga dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri betis. 4. Penyakit tulang belakang lumbar. Seperti herniasi diskus lumbal, patah tulang belakang lumbal, cedera saraf skiatik, stenosis tulang belakang, osteofit, dll., Kompresi saraf juga dapat menyebabkan nyeri yang menjalar di betis. Jika penyebab nyeri betis tidak jelas dan terus berlanjut tanpa bantuan, Anda harus mencari bantuan medis.