Atrofi serebelar umumnya terlihat pada orang tua dan sering kali merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Ada banyak penyebab mikrosefali, yang juga dapat membahayakan pasien. Penyebab umum 1, faktor genetik: adalah penyebab umum atrofi serebelar, keluarga memiliki orang yang menderita penyakit ini, keturunannya memiliki peluang lebih besar kemungkinan menderita penyakit ini; 2, penyakit serebrovaskular: juga merupakan penyebab umum atrofi serebelar, seperti pendarahan otak, infark serebral, dll. Akan menyebabkan parenkim otak pasien karena nekrosis ekstrusi, atau iskemia dan hipoksia yang menyebabkan atrofi otak atau bahkan nekrosis; 3, keracunan: seperti keracunan karbon monoksida yang mengarah ke otak iskemia dan hipoksia, keracunan obat, overdosis natrium fenitoin menyebabkan keracunan obat, ada keracunan alkohol yang disebabkan oleh vasokonstriksi serebral, berkurangnya aliran darah, kurangnya oksigen ke korteks serebral, waktu yang lama akan menyebabkan atrofi otak kecil; 4, peradangan: pasien muncul serebellitis akut, setelah pengobatan sekuele situasi; 5, neurodegenerasi: seperti jenis cerebellar atrofi multi-sistem, atrofi volume cerebellar pasien menjadi lebih kecil. Kedua, bahaya 1, gangguan gerakan mata: pasien akan muncul gangguan refleks konvergensi, fenomena mata boneka, juga disebut mata boneka. Pasien akan memiliki penglihatan kabur dan penglihatan ganda. 2. Disartria serebelar: Pasien akan mengalami disfonia, bicara lambat, bicara monoton, suara sengau, dll., karena otot-otot yang mengontrol pergerakan bibir, lidah dan tenggorokan mengalami ataksia. 3. Ataksia motorik: Pasien akan memiliki posisi berdiri yang tidak stabil dan tidak akan mampu menjaga keseimbangan. Ketika berjalan, gaya berjalan tidak stabil, terhuyung-huyung, bergoyang dari sisi ke sisi seolah-olah mabuk, dengan anggota tubuh bagian atas dalam postur tubuh yang tertekuk ke depan, atau ketika melakukan gerakan tertentu, gerakannya tidak sesuai dengan jaraknya, dan ada tremor yang jelas ketika mendekati target.