Prinsip diet untuk pasien dengan gangguan aliran darah

  Gangguan aliran darah disebut obstruksi usus dan merupakan salah satu keadaan darurat bedah perut yang umum. Meskipun obstruksi usus sangat umum terjadi dalam kehidupan, namun banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan rinci tentang penyakit ini, terutama dalam hal perawatan diet. Para ahli mengatakan bahwa untuk mengendalikan penyakit ini secara efektif, kita harus mulai dengan pola makan kita sehari-hari. Di sini, kita akan mempelajari apa saja kontraindikasi diet dari obstruksi usus.  Diet obstruksi usus memiliki empat preferensi: 1, pasien obstruksi usus harus makan makanan cair yang ringan dan bergizi. Seperti sup nasi, sup sayuran, bubuk akar teratai, sup bunga telur, mie, dll.; 2, makanan yang mudah dicerna untuk melancarkan buang air besar. Seperti sayuran: rumput laut, darah babi, wortel dan buah-buahan lainnya: hawthorn, nanas, pepaya, dll.; 3, makan lebih banyak makanan kaya serat. Seperti berbagai sayuran, buah-buahan, beras merah, biji-bijian dan kacang-kacangan, dapat membantu buang air besar, mencegah sembelit, menstabilkan gula darah dan menurunkan kolesterol darah.  4. Makan makanan yang kaya protein dan zat besi. Seperti daging tanpa lemak, ikan dan udang, darah hewan, hati dan ginjal hewan, kuning telur, produk kedelai, serta kurma, sayuran berdaun hijau, pasta wijen, dll.  Ada tiga pantangan dalam diet obstruksi usus: 1. Hindari makanan kasar: 3 sampai 4 hari setelah operasi, setelah pembuangan anal, menunjukkan bahwa fungsi usus mulai pulih, saat ini dapat diberikan sedikit cairan, 5 sampai 6 hari kemudian dapat diubah menjadi diet semi-cair dengan residu yang lebih sedikit. Hindari makan ayam, ham, merpati dan berbagai sup sayuran. Bahan ini tidak boleh dimanipulasi meskipun dimasak dengan sangat buruk.  2, makanan berminyak terlarang: bahkan sampai hari ke-10, organisme dapat menanggung nasi lunak, makanan berminyak tidak bisa dimakan lebih awal, seperti sup ayam, kaldu, daging kambing, daging berlemak, sup iga babi, kura-kura, dll..  3, hindari makan makanan berbulu: bahkan setelah pengangkatan jahitan setelah operasi, harus dilarang makan daging anjing, daging kambing, daging burung, telur burung, rebung kering, daun bawang, labu kuning, daging sapi, ketumbar, ikan asap, bacon, cabai, daun bawang, bibit bawang putih, sayuran ringan, dll.  Bahaya obstruksi usus sangat serius, oleh karena itu, kita harus melakukan segala cara untuk menyembuhkan penyakit ini, dan pola makan sebagai pilihan pertama untuk mengendalikan penyakit ini, kita harus mengenal dan menguasainya.