Bagaimana saya bisa mencegah kolik paroksismal peri-umbilikal dalam hidup saya?

  Nyeri perut parah yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak mereda, atau perubahan dari kolik paroksismal menjadi nyeri perut yang persisten dengan lokasi yang lebih tetap, dan jika nyeri perut melibatkan bagian belakang, itu merupakan indikasi ketegangan mesenterika, lebih dari obstruksi usus yang dicekik. Bagaimana kita bisa mencegah kolik paroksismal periumbilikal dalam kehidupan kita?  Untuk mencegah obstruksi usus, langkah pertama adalah menjaga pola makan yang higienis, karena pola makan yang tidak bersih dapat menyebabkan obstruksi usus. Jangan berolahraga dengan penuh semangat setelah makan kenyang untuk menghindari torsi usus. Setelah obstruksi usus terjadi, bahkan selama periode remisi, jangan makan makanan keras dan yang terbaik adalah makan makanan semi-cair.  Pilihlah makanan yang mudah dicerna Orang yang lebih tua harus memilih sayuran yang lebih mudah dicerna dengan lebih banyak serat dan lebih sedikit daging. Beberapa makanan yang tidak mudah dikunyah dan cenderung membentuk gumpalan, seperti beras ketan, anggur, jamur shiitake, rebung, kecambah kacang kedelai, urat hewan dan tendon, harus dimakan secukupnya. Penting untuk memelihara atau memperbaiki gigi para lansia, karena penuaan dan kehilangan gigi dapat menyebabkan pengunyahan yang tidak sempurna, dan makanan dapat dengan mudah membentuk gumpalan dan menyumbat rongga usus. Jika perlu, obat dapat digunakan untuk mengatur sekresi usus, meningkatkan peristaltik usus dan membantu melunakkan feses untuk mencegah obstruksi usus.  Pemeriksaan medis secara teratur Yang terpenting, orang lanjut usia harus melakukan pemeriksaan medis secara teratur, terutama tes darah dan gastroskopi, untuk membantu mendeteksi tumor usus pada tahap awal dan mencari pengobatan dini untuk mencegah obstruksi usus yang terkait dengan tumor.