Pasien dengan rematik secara tradisional telah diberitahu bahwa “cuaca buruk membuat Anda lebih tidak nyaman” dan bahwa “rasa sakit yang meningkat berarti cuaca semakin buruk”. Baru-baru ini, tim peneliti dari Pusat Reumatologi Rumah Sakit Universitas Kyoto telah menganalisis data diagnostik sekitar 20.000 pasien dan informasi cuaca yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, dan untuk pertama kalinya, telah benar-benar memastikan korelasi statistik antara tekanan udara dan rematik. Gejala rematik, seperti nyeri sendi dan bengkak, diperburuk oleh tekanan udara yang lebih rendah akibat hujan atau cuaca mendung. Rematik menyebabkan peradangan pada persendian tubuh, menyebabkan rasa nyeri dan bengkak. Mayoritas penderita rematik adalah wanita, dan jumlah orang yang menderita rematik di Jepang diperkirakan 700.000 orang. Jika gejalanya memburuk, persendian bisa menjadi cacat dan tidak dapat berfungsi, sehingga menyebabkan gangguan serius pada kehidupan. Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengamati data dari sekitar 20.000 pasien yang mengunjungi rumah sakit antara tahun 2005 dan 2012, 80% di antaranya adalah wanita dan usia rata-rata 60 tahun, dan menganalisis jumlah sendi yang terasa nyeri dan bengkak pada saat diagnosis dan hubungan antara tekanan udara dan suhu di Kyoto pada hari itu. Ditemukan bahwa semakin rendah tekanan udara akibat hujan atau cuaca mendung, misalnya, semakin banyak pasien yang mengeluhkan rasa nyeri dan bengkak yang meningkat, dan jumlah persendian yang mengalami nyeri dan bengkak yang dihitung oleh dokter meningkat, dan bahwa cuaca memiliki dampak terbesar tiga hari sebelumnya. Ada juga hubungan kecil antara gejala rematik dan kelembaban, tetapi tidak ditemukan korelasi dengan suhu. Di sisi lain, tidak ditemukan korelasi antara data darah yang menunjukkan tingkat peradangan dan cuaca, sehingga tim menyimpulkan bahwa cuaca tidak mempengaruhi perkembangan rematik. Tim mencatat bahwa meskipun mekanisme hubungan antara tekanan udara dan gejala rematik tidak jelas, namun secara statistik dipastikan bahwa pengalaman pasien memang benar.