Apa yang dimaksud dengan lensa keratokonstriksi?
Lensa keratoplasti adalah lensa kontak kaku yang biasanya dipakai pada malam hari dan dilepas keesokan paginya. Efek pembentukan fisik lensa pada permukaan mata digunakan untuk mengurangi derajat miopi pada mata dan mendapatkan penglihatan mata telanjang yang baik. Namun, koreksi miopia ini bersifat sementara dan pemakaian jangka panjang di malam hari diperlukan untuk mempertahankan penglihatan yang baik di siang hari.
Bagaimana cara kerja lensa keratoplasti untuk memperbaiki miopia?
Lensa kontak biasa bersifat lembut dan mendekati bentuk permukaan kornea, sehingga tidak berpengaruh dalam meratakan kornea. Sebaliknya, lensa keratoplasti dirancang khusus untuk memberikan tekanan pada area optik kornea, mengubah bentuk dan meratakannya. Ketika kornea diratakan, kemampuan mata untuk fokus akan berkurang, sehingga dapat mengoreksi miopia.
Mengapa lensa keratokonus memperlambat perkembangan miopia?
Gambar yang kabur pada fundus mata dapat menyebabkan miopia berkembang. Saat mengenakan kacamata biasa untuk mengoreksi miopia, kelainan optik lensa menyebabkan bagian tengah objek eksternal terfokus pada fundus mata, sementara bagian perifer tidak fokus, sehingga menciptakan gambar kabur yang menyebabkan perkembangan miopia. Dengan lensa keratoplasti, kelainan optik yang terkait dengan kacamata biasa dapat dihindari, sehingga mengurangi gambar kabur pada fundus dan dengan demikian memperlambat perkembangan miopia.
Bagaimana proses pemasangan untuk keratomileusis?
Proses pemasangan mengikuti langkah-langkah berikut ini.
Apa saja pemeriksaan pra-pemasangan untuk lensa keratokonus?
Hal ini mencakup hal-hal berikut ini.
1. Tes ketajaman visual.
2. Tes refraksi, termasuk optometri subjektif dan objektif, anak-anak memerlukan optometri kelumpuhan otot siliaris.
3 . Pengukuran kelengkungan kornea.
4. Pemeriksaan topografi kornea.
5 . Pengukuran diameter kornea.
6 . Pengukuran ketebalan kornea.
7 . Pengukuran diameter pupil.
8, pengukuran TIO.
9. Pemeriksaan rutin mata luar dan segmen anterior mata.
10.Pemeriksaan fundus.
11 . Pengukuran panjang sumbu mata.
12 . Analisis film air mata.
13. Tes lain seperti sensitivitas kontras, aberasi muka gelombang, dll.
Siapa yang cocok untuk mengalami keratokonus?
Cocok untuk kelompok orang berikut ini.
1, 8 hingga 12 tahun atau lebih, miopia progresif, pemakainya lebih mampu merawat diri sendiri atau orang tua dapat membantu pemasangan. di bawah 8 tahun, harus digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter mata.
2, derajat lensa sferis rabun -0,75D hingga -5,50D, semakin tinggi derajat lensa sferis, semakin tidak dapat diprediksi efek pembentukannya.
3, Refraksi kornea (nilai K) 40.00 D hingga 46.00 D. Perbedaan antara nilai K datar kornea dan miopia terkoreksi yang diharapkan adalah lebih dari 36 D.
4, <1,5 D astigmatisme kornea cis-reguler, <0,75 D astigmatisme kornea retro-reguler; astigmatisme kurang dari 1/3 derajat lensa sferis.
5, nilai e kornea yang lebih besar, bagian perifer yang lebih datar dari morfologi kornea
6, Ketebalan kornea tengah> 0.4mm.
7, Diameter pupil normal.
8 . TIO normal.
9, Tidak ada penyakit mata lain atau riwayat trauma mata atau operasi mata.
10 . Kebiasaan kebersihan pribadi dan sanitasi yang baik, dan mampu mengikuti saran medis.
11. Memiliki ekspektasi yang masuk akal terhadap efek korektif.
Siapa yang tidak cocok memakai lensa keratoplasti?
1, lensa sferis rabun >-5.50D, astigmatisme cis-gauge >1.50D, astigmatisme retrogauge >0.75D, bentuk kornea yang tidak beraturan, dan astigmatisme lensa yang signifikan.
2, kornea terlalu datar ≤ 39,00 D atau terlalu curam ≥ 46,00 D
3, nilai e kornea ≤ 0,1, kornea bulat, ketidaksesuaian antara nilai e kornea dan kelainan refraksi.
4, Diameter pupil terlalu besar.
5, berbagai penyakit mata, seperti mata kering, radang, glaukoma, proptosis, nistagmus, dll.
6, penyakit sistemik, seperti diabetes, penyakit sistem kekebalan tubuh, pasien kejiwaan, dll.
7. Ekspektasi yang tidak masuk akal terhadap efek koreksi.
8.Hasil uji coba pemakaian yang buruk.
9 .Orang dengan kebiasaan kebersihan pribadi yang buruk dan yang tidak dapat mematuhi saran medis tentang pemasangan.
10 . Lansia, kepatuhan kornea yang buruk, kelopak mata yang lemah, efek koreksi yang buruk.