Apa yang dimaksud dengan lensa keratoplasti?

  I. Apa yang dimaksud dengan lensa keratoplasti?

  Lensa kontak ortokeratologi (Ortho-K CL) adalah nama lengkap untuk lensa kontak permeabel gas kaku untuk ortokeratologi. Ini adalah lensa kontak permeabel gas kaku (RGP) yang mengoreksi miopia dengan mengubah bentuk kornea. Tidak seperti desain lensa RGP biasa, Ortho-KCL memiliki permukaan luar yang sederhana dan permukaan dalam yang relatif rumit. Dengan menciptakan beberapa celah antara permukaan bagian dalam dan permukaan kornea, efek hidraulik tipis dari lapisan air mata digunakan untuk mendistribusikan jaringan kornea dan permukaan anterior kornea menjadi rata. Dengan kornea yang rata, jarak fokus mata diperpanjang sehingga fokus cahaya yang masuk dari bagian depan fundus mata rabun bergerak tepat ke retina, sehingga mencapai pembentukan kornea dan mengontrol perkembangan miopia.

  Efek keratomileusis bersifat sementara dan setelah dihentikan, sebagian besar kornea pasien akan kembali ke bentuk semula dalam waktu 7-10 hari, dan semua pasien akan kembali ke bentuk semula setelah 30 hari penghentian. Oleh karena itu, lensa pembentuk kornea harus dipakai dalam jangka waktu yang lama untuk mempertahankan efek pembentukannya.

  Kelompok orang mana yang cocok untuk melakukan keratoplasti?

  1, 8 hingga 12 tahun ke atas, miopia progresif, pemakainya lebih mampu merawat diri sendiri atau orang tua dapat membantu memakainya. 8 tahun ke bawah, pemakainya harus ditindaklanjuti oleh dokter mata sebelum dapat digunakan dengan hati-hati.

  2 . Derajat lensa sferis miopik -0,75D~-5,50D, semakin tinggi derajat lensa sferis, semakin tidak dapat diprediksi efek pembentukannya.

  3, Refraksi kornea (nilai K) 40.00D ~ 46.00D, perbedaan antara nilai K datar kornea dan miopia terkoreksi yang diharapkan lebih dari 36D.

  4, <1,5 D astigmatisme kornea cis-reguler, <0,75 D astigmatisme kornea retro-reguler; astigmatisme kurang dari 1/3 derajat lensa sferis.   5, nilai e kornea yang lebih besar dan morfologi kornea perifer yang lebih datar   5, Ketebalan kornea tengah> 0,4 mm.

  6 . Diameter pupil normal.

  7, Tekanan intraokular normal.

  8, Tidak ada penyakit mata lain atau riwayat trauma mata atau operasi mata.

  9. Kebiasaan kebersihan dan sanitasi pribadi yang baik dan kemampuan untuk mengikuti saran medis.

  10 . Memiliki kemampuan finansial untuk menanggung semua biaya selama perawatan.

  11. Memiliki ekspektasi yang masuk akal terhadap efek korektif.

  Siapa saja yang tidak cocok menggunakan lensa keratoplasti?

  1 . Lensa sferis miopi >-5,50 D, astigmatisme cis-gauge >1,50 D, astigmatisme retrogauge >0,75 D, bentuk kornea tidak beraturan, dan astigmatisme lensa yang signifikan.

  2, kornea terlalu datar ≤ 39,00 D, atau terlalu curam ≥ 46,00 D

  3, nilai e kornea ≤ 0,1, kornea bulat, ketidaksesuaian antara nilai e kornea dan kelainan refraksi.

  4, Diameter pupil terlalu besar.

  5, berbagai penyakit mata, seperti mata kering, radang, glaukoma, proptosis, nistagmus, dll.

  6, penyakit sistemik, seperti diabetes, penyakit sistem kekebalan tubuh, pasien kejiwaan, dll.

  7. Ekspektasi yang tidak masuk akal terhadap efek koreksi.

  8.Hasil uji coba pemakaian yang buruk.

  9 .Orang dengan kebiasaan kebersihan pribadi yang buruk dan yang tidak dapat mematuhi saran medis tentang pemasangan.

  10 . Lansia, kepatuhan kornea yang buruk, kelopak mata yang lemah, efek koreksi yang buruk.