Prinsip penting dalam diagnosis dan pengobatan ambliopi adalah “deteksi dini dan pengobatan dini”. Ini secara langsung mempengaruhi hasil pengobatan ambliopi. Deteksi dini ambliopi sangat penting secara klinis. Deteksi dini ambliopi secara klinis penting dan dapat dilakukan dengan cara-cara berikut: 1. Pemeriksaan fisik pra-sekolah. Mayoritas anak-anak, khususnya mereka yang tumbuh di taman kanak-kanak, dapat mengenali bagan ketajaman visual pada usia tiga tahun setelah pengenalan visual sederhana. Para orang tua juga bisa membeli bagan penglihatan standar dan menggantungnya di dinding yang cukup terang pada jarak 5 meter untuk diidentifikasi oleh anak-anak mereka. Jika penglihatan satu mata di bawah 0,8, anak harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Secara umum, pemeriksaan ini dianggap paling baik dilakukan selambat-lambatnya pada usia 4 tahun. 2. Deteksi dini tanda-tanda awal kelainan. Anak-anak dengan ambliopi sering kali memiliki manifestasi lain selain penglihatan rendah, seperti strabismus, penglihatan miring, menyipitkan mata atau menempel sangat dekat dengan mata, dll. Begitu seorang anak diketahui menderita strabismus, dia harus diperiksa dan didiagnosis oleh dokter spesialis mata di rumah sakit sesegera mungkin, karena sekitar 1/2 dari semua strabismus digabungkan dengan ambliopi. Kelainan-kelainan lain yang disebutkan di atas juga harus ditanggapi secara serius dan diperiksa oleh bagian oftalmologi rumah sakit untuk melihat apakah kelainan-kelainan tersebut disebabkan oleh kelainan mata. 3. Selain itu, untuk bayi dan anak kecil yang tidak dapat bekerja sama dengan pemeriksaan penglihatan, tes masking dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai ketajaman penglihatan kedua mata. Jika anak diam dan mata yang satunya menangis atau menggaruk-garuk masker, maka penglihatan pada mata yang tidak tertutup sangat buruk dan harus diperiksa di rumah sakit sesegera mungkin. Kesimpulannya, deteksi dini ambliopi tergantung pada kerja sama yang erat antara orang tua, taman kanak-kanak, sekolah, rumah sakit, dan yang paling penting, orang tua itu sendiri yang menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.