Apa saja ciri-ciri dan gejala kejang puntir?

Spastisitas torsi adalah kelainan yang umum terjadi pada remaja, dengan distonia generalisata sebagai manifestasi khasnya. Secara klinis, kelainan ini muncul dengan gerakan memutar leher, tungkai, batang tubuh, atau bahkan seluruh tubuh secara tiba-tiba dan tidak disengaja, dengan hiperekstensi atau hiperfleksi pada lengan dan tungkai, yang biasanya berpusat pada sumbu panjang tubuh. Gerakan memutar sering kali sangat lambat dan sesekali berulang. Ciri-ciri kejang torsi: Biasanya kita menyelesaikan suatu gerakan dengan satu kelompok otot berkontraksi dan kelompok otot yang lain mengendur. Pada pasien dengan spastisitas torsional, program kontraksi dan relaksasi yang secara sadar diikuti oleh otot-otot terganggu dan digantikan oleh kontraksi tegang yang konstan pada otot-otot tertentu, bahkan dalam keadaan tenang. Pasien dengan spastisitas torsi biasanya datang dengan kepala terpelintir ke satu sisi ketika berdiri, bahu terlempar ke belakang, satu lengan terentang ke depan dan satu ke belakang, kedua lutut ditekuk ke dalam, kaki terbuka lebar untuk keseimbangan, atau dengan inversi kaki dan ketidakmampuan untuk mendarat sepenuhnya di bagian bawah kaki. Saat berbaring datar, tubuh membungkuk, ditopang oleh bahu dan pinggul, dan dalam beberapa kasus hanya tengkurap di tempat tidur. Seiring waktu, beberapa otot dapat menjadi tebal secara tidak normal dan persendian dapat berkontraksi dan berubah bentuk. Gejala-gejala ini akan hilang ketika pasien tertidur. Perawatan bedah untuk kejang torsi: Dapat terjadi pada semua usia. Gejala-gejalanya sering dimulai pada salah satu atau kedua tungkai bawah dan berkembang menjadi gerakan memutar yang tidak disengaja dan kelainan postur tubuh yang meluas, yang menyebabkan gangguan fungsional yang parah. Pada orang dewasa, gejalanya cenderung sporadis dan sering dimulai pada tungkai atas atau batang tubuh, dengan sekitar 20% pasien pada akhirnya berkembang menjadi distonia generalisata. Para dokter menunjukkan bahwa tidak ada pengobatan farmakologis yang efektif dan pasti untuk spastisitas torsi. Jika gejalanya signifikan dan mengganggu pekerjaan dan kehidupan, perawatan bedah dilakukan, dan yang paling efektif saat ini adalah operasi stimulasi listrik otak dalam (DBS), setelah itu pasien mendapatkan manfaatnya seumur hidup.