1. Menghindari Faktor Risiko: Karena ada banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya pembesaran prostat, maka menghindari faktor risiko menjadi strategi yang tepat untuk pencegahan pembesaran prostat. Kita dapat menghindari faktor risiko yang potensial, misalnya, memperbaiki kebiasaan buruk, pola makan yang wajar, memperhatikan keseimbangan psikologis, melakukan pendidikan kesehatan, menganjurkan perawatan diri sendiri dan sebagainya. 2, sensus: sensus di seluruh masyarakat untuk pencegahan gejala pembesaran prostat bermanfaat, dapat memperkuat warga masyarakat dalam promosi dan pendidikan kesehatan, meningkatkan massa pemeriksaan diri, deteksi dini penyakit dan kesadaran akan konsultasi. Pada saat yang sama, dapat meningkatkan tingkat diagnosis dan perawatan tenaga medis masyarakat, dan membimbing masyarakat dengan benar untuk mencegah diri mereka sendiri dari penyakit. Disarankan agar pria berusia di atas 50 tahun harus menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun, dan pasien yang bersangkutan harus dirujuk ke rumah sakit tingkat yang lebih tinggi pada waktunya untuk diagnosis dan perawatan lebih lanjut oleh dokter spesialis. 3, pencegahan kimiawi (farmakologis): karena pembesaran prostat dari terjadinya hingga perkembangan dalam jangka waktu yang lama, oleh karena itu, untuk pencegahan kimiawi pembesaran prostat terjadi untuk memberikan kemungkinan Paulownia, Aipuleate adalah sejenis penghambatan testosteron ke dalam prostat yang memiliki aktivitas obat dihidrotestosteron (DHT), sehingga secara teoritis dapat mempengaruhi testosteron pada sel prostat untuk meningkatkan pertumbuhan peran.