Diabetes bersifat turun-temurun, karena penyakit ini dipengaruhi oleh faktor genetik, yang berarti bahwa keturunannya mungkin mewarisi gen yang memicu diabetes pada generasi sebelumnya, tetapi apakah dan kapan diekspresikan tidak hanya ditentukan oleh gen, tetapi juga memiliki beberapa hubungan dengan lingkungan. Jadi, jika seorang kerabat darah memiliki glukosa darah tinggi, ada kemungkinan pewarisan, dan ini terutama terlihat pada diabetes tipe 2, sementara ada beberapa agregasi keluarga diabetes tipe 1. Keluarga dengan riwayat genetik kondisi ini memiliki peningkatan risiko terkena diabetes secara signifikan, yang bisa mencapai empat kali lipat dari populasi umum. Bila kedua orang tua menderita diabetes, prevalensi penyakit ini pada anak-anak mencapai 70%. Bila salah satu orang tua menderita diabetes, prevalensi penyakit ini pada anak-anak bisa mencapai 40%. Dan bila sang ibu menderita diabetes, keturunannya lebih mungkin terkena diabetes daripada bila sang ayah menderita penyakit tersebut. Selain itu, timbulnya diabetes juga terkait dengan faktor lingkungan dan pola makan, jadi ketika orang tua menderita diabetes, keturunannya belum tentu mengembangkan penyakit ini, jadi penting untuk memperhatikan faktor pola makan dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari Anda. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda harus bekerja dan beristirahat secara teratur, hindari begadang, perbaiki pola makan Anda dan makan lebih banyak makanan rendah gula dan rendah lemak seperti kacang merah dan kacang hijau. Anda juga harus melakukan olahraga dalam jumlah yang wajar dan berhati-hati agar tidak membuat diri Anda terlalu gemuk. Selain itu, wanita harus ekstra hati-hati terhadap terjadinya diabetes gestasional selama masa kehamilan.