Pencegahan keracunan timbal pada anak-anak

  Hiperlektisitas dan keracunan timbal pada anak sepenuhnya dapat dicegah. Pencegahan dan deteksi dini serta intervensi dicapai melalui intervensi lingkungan, pendidikan kesehatan, skrining terfokus dan pengawasan.
  Pendidikan kesehatan
  Pendidikan kesehatan yang ekstensif penting untuk mencegah hiperleademia dan keracunan timbal pada anak. Melalui publisitas dan bimbingan tatap muka, ceramah pengetahuan dan distribusi materi promosi, pengetahuan ilmiah terkait dampak racun timbal pada anak-anak disebarluaskan untuk mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat guna mencegah dan mengurangi risiko timbal pada anak-anak.
  (i) Presentasi pengetahuan
  Tenaga medis harus menjelaskan kepada masyarakat tentang penyebab keracunan timbal pada anak-anak, bahaya timbal bagi kesehatan anak-anak, dan apa yang harus dilakukan jika timbal dalam darah mereka tinggi, sehingga masyarakat dapat memahami pengetahuan umum tentang keracunan timbal pada anak-anak.
  (ii) Panduan perilaku
  Kebiasaan kebersihan yang buruk dan perilaku anak-anak yang tidak tepat dapat memungkinkan timbal masuk ke dalam tubuh. Melalui bimbingan untuk orang tua dan anak-anak, jalur masuknya timbal ke dalam tubuh anak-anak dari lingkungan dapat diputus.
  1. Ajarkan anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan baik mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan. Debu timbal di lingkungan dapat menodai tangan anak-anak ketika mereka bermain dan dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh mereka melalui makanan atau melalui kebiasaan gerakan tangan ke mulut, yang dapat menyebabkan peningkatan beban timbal dari waktu ke waktu.
  2. Perhatikan kebersihan diri anak dan potonglah kuku mereka secara teratur. Celah kuku adalah tempat yang sangat mudah untuk menyembunyikan debu timbal.
  3. Sering-seringlah mencuci mainan dan perlengkapan anak-anak.
  4. Bersihkan debu dari area yang dapat dijangkau anak-anak dengan kain lap basah yang bersih secara teratur. Makanan dan peralatan makan anak-anak harus tertutup dan tahan debu.
  5. Jangan ajak anak-anak berjalan-jalan atau bermain di dekat pabrik yang menggunakan timbal.
  6 . Anggota keluarga yang terlibat langsung dalam pekerjaan memimpin harus mengganti pakaian kerja dan mandi sebelum meninggalkan tempat kerja. Pakaian kerja dan pakaian anak-anak tidak boleh dicuci bersamaan. Anak-anak tidak boleh dirawat di tempat kerja utama (atau di sela-sela pekerjaan).
  7. Keluarga yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar harus membuka jendela lebih sering untuk ventilasi. Wanita hamil dan anak-anak harus menghindari perokok pasif sebisa mungkin.
  8 . Berbelanja peralatan makan anak-anak harus menghindari pola warna dan produk yang jelek. Anak-anak harus menghindari makanan yang mengandung timbal dalam kadar tinggi, seperti telur berkulit dan makanan yang dikeluarkan oleh mesin popcorn kuno.
  9. Air keran yang sudah lama dibiarkan di dalam pipa tidak boleh digunakan untuk menyiapkan susu bubuk atau memasak untuk anak-anak.
  (iii) Intervensi nutrisi
  Anak-anak yang menderita malnutrisi, terutama kekurangan kalsium, zat besi dan seng dalam tubuh mereka, dapat menyebabkan peningkatan penyerapan dan kerentanan terhadap timbal. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak harus memastikan pola makan yang seimbang dan pasokan berbagai nutrisi, serta dididik untuk mengembangkan kebiasaan makan yang baik.
  1. Anak-anak harus makan secara teratur dan menghindari makanan yang terlalu berminyak. Hal ini karena puasa dan makanan berminyak yang berlebihan akan meningkatkan penyerapan timbal dalam saluran usus.
  2. Anak-anak harus secara teratur mengonsumsi produk susu dan produk kacang kedelai yang mengandung kalsium yang cukup; hati hewan, darah, daging, telur, dan makanan laut yang kaya akan zat besi dan seng; sayuran segar dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, dll.