Pengetahuan tentang Terapi Ultraviolet Gelombang Menengah Spektrum Sempit (NB-UVB)

  Pada tahun 1981, dua orang asing (Parrish dan Jaenike) menemukan bahwa sinar UV dengan panjang gelombang 311 nm hingga 313 nm lebih efektif daripada sinar UV biasa dalam pengobatan psoriasis (psoriasis) dan vitiligo, dan sebanding dengan sinar UV gelombang panjang yang saling melengkapi, dengan efek kerja yang cepat dan efek samping yang sedikit.  Selanjutnya, penelitian mendalam dilakukan pada panjang gelombang UVB dari 311nm hingga 313nm, secara bertahap memahami mekanisme kerjanya dan menyempurnakan metode perawatan yang relevan.  Untuk perawatan pertama, dosis awal ditentukan oleh jenis kulit pasien dan pengalaman perawatan, dan perawatan diberikan tiga kali seminggu. Dosis ditingkatkan sepuluh hingga dua puluh persen tergantung pada reaksi eritematosa pasien terhadap iradiasi. Jika timbul eritema ringan selama pengobatan, dosis harus ditunda; jika timbul eritema sedang, dosis harus dikurangi 10-20% dari dosis sebelumnya; jika timbul eritema yang menyakitkan atau melepuh, pengobatan harus ditunda dan diobati dengan tepat.  Ketika lesi pasien telah berkurang lebih dari sembilan puluh persen, perpanjang interval pengobatan dan masuki terapi pemeliharaan, yang biasanya memakan waktu tiga bulan atau lebih.  Indikasi: Saat ini digunakan untuk pengobatan psoriasis (psoriasis), vitiligo dan dermatitis atopik, tetapi juga untuk pustulosis subkornea, mikosis fungoides, penyakit cangkok-versus-inang akut dan kronis, granuloma annulare, herpes zoster, pustulosis palmoplantar, furunkulosis merah, dan urtikaria berpigmen.  Berbeda dengan sinar UV normal, tidak ada fotosensitizer yang digunakan selama perawatan, tidak ada reaksi merugikan yang disebabkan oleh fotosensitizer dan tidak ada perlindungan khusus pada mata yang diperlukan setelah perawatan. Produk ini juga aman untuk wanita hamil dan anak-anak dan tidak dilaporkan menyebabkan kanker.