Selaput dara adalah membran yang terdapat pada bukaan luar vagina wanita, berwarna merah muda, dengan permukaan yang lembab dan lubang di tengahnya. Selama masa pubertas, selaput dara relatif kecil dan setelah perkembangannya secara bertahap bertambah besar, menjadi lebih tipis dan cukup kuat. Secara fungsional, selaput dara melindungi vagina. Selaput dara pecah dan berdarah selama hubungan seksual. Kepercayaan tradisional menganggap integritas selaput dara sebagai satu-satunya ujian dalam hubungan seksual. Inilah sebabnya mengapa istilah ‘kemerahan’ atau ‘tes kemerahan’ digunakan pada malam pernikahan. Dalam masyarakat modern, gagasan tentang kehilangan keperawanan telah berangsur-angsur memudar, tetapi di benak sebagian orang, terutama pria dan orang tua, selaput dara masih digunakan untuk mengidentifikasi apakah seorang wanita telah kehilangan keperawanannya. Meskipun hubungan seksual dapat membuat selaput dara robek, namun hal ini tidak selalu disebabkan oleh hubungan seksual, karena olahraga berat, trauma, dan kerja fisik terkadang dapat menyebabkan selaput dara robek. Juga telah dilaporkan dalam literatur bahwa sekitar 1/3 wanita tidak mengalami pendarahan pada hubungan seksual pertama. Selaput dara yang robek dapat menjadi sangat traumatis bagi wanita yang belum menikah, dan beberapa di antaranya menderita depresi. Faktanya, meskipun tidak ada perdarahan selama hubungan seksual setelah selaput dara pecah, metode pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki selaput dara, dan selaput dara yang telah diperbaiki dapat berdarah lagi selama hubungan seksual. Jadi, jangan biarkan selaput dara menjadi rasa sakit di hati Anda!