Bagaimana kita bisa mencegah dan mengobati sirosis secara dini?

   Tingkat kematian satu tahun adalah 3-4%; tahap 3 – tahap dekompensasi, dengan asites, tingkat kematian satu tahun adalah 20%; tahap 4 – tahap dekompensasi, dengan ruptur dan perdarahan varises fundik esofagogastrik, tingkat kematian satu tahun adalah 57%; tahap 5 – tahap dekompensasi parah dengan infeksi dan disfungsi ginjal, tingkat kematian satu tahun dapat mencapai 67%.  6.1 Penilaian fungsi hati dan kapasitas kompensasi Indikator biokimia hati Indikator biokimia hati Indikator enzimatik serum yang meningkat seperti ALT dan AST dalam indikator biokimia hati tidak mencerminkan gangguan fungsional atau gangguan hati yang spesifik, tetapi hanya berfungsi sebagai penanda yang mengindikasikan cedera hati dan mencerminkan tingkat kerusakan hepatoseluler. Kelainan yang signifikan pada kadar bilirubin, waktu protrombin (PT) dan aktivitas protrombin (PTA), albumin dan kolinesterase dalam indikator biokimia biasanya mencerminkan gangguan atau gangguan fungsi parsial hati, seperti fungsi ekskresi dan fungsi sintetis.  6.2 Penilaian fungsi cadangan hati Penilaian Child-Pugh adalah alat yang umum digunakan untuk menilai fungsi cadangan hati. Metode penilaian sederhana dan mudah digunakan dan mencerminkan tingkat keparahan penyakit. Tingkat kelangsungan hidup 1 tahun Child-Pugh grade A, B dan C pada pasien dengan sirosis masing-masing adalah 100%, 80% dan 45%. Penting untuk dicatat bahwa kadar albumin serum memainkan peran penting dalam sistem penilaian.  6.3 Evaluasi komplikasi Terbentuknya hipertensi portal merupakan penyebab penting munculnya komplikasi seperti perdarahan varises esofagogastrik yang pecah, asites, ensefalopati hepatik, dan sindrom hepatorenal. gradien tekanan portal merupakan cara yang efektif untuk mendiagnosis hipertensi portal, tetapi sifatnya yang invasif membatasi penggunaan HVPG dalam praktik klinis. HVPG memiliki korelasi yang baik dengan LSM, dan ketika LSM ≥ 13,6 kPa Akurasi dan spesifisitas LSM dalam mendiagnosis hipertensi portal masing-masing 97% dan 92%. Diagnosis varises esofagogastrik masih bergantung pada gastroskopi.  6.4 Penilaian prognosis HCC adalah salah satu regresi klinis sirosis yang umum. Baseline HBV DNA > 1×104 kopi/ml adalah prediktor independen terkuat terjadinya HCC, oleh karena itu pasien dengan sirosis, terutama sirosis hepatitis B, harus diskrining secara teratur untuk HCC, dan skrining rutin dapat dilakukan dengan serum alpha-fetoprotein (AFP) dan USG hati. Perkembangan penyakit hati kronis menjadi sirosis dekompensasi sering menunjukkan prognosis yang buruk, dan model penyakit hati stadium akhir (MELD) dapat secara efektif memprediksi risiko kematian akibat penyakit hati stadium akhir, dan hiponatremia merupakan prediktor independen kematian akibat sirosis.