10 sayuran terlarang untuk menstruasi

Selama periode ini, tidak ada sayuran khusus yang dikontraindikasikan, tetapi Anda harus menghindari makanan yang dapat dengan mudah menyebabkan kembalinya susu, seperti daun bawang, parsnip, sayuran berbunga kuning, malt, sereal, susu gandum, hawthorn mentah, dan lada. Namun, karena perbedaan individu, beberapa ibu tidak mengalami gejala kembali ASI setelah konsumsi, jadi berhentilah memakannya segera setelah muncul. Anda juga harus menghindari makanan yang mengiritasi, tidak dapat dicerna, dan mudah menyebabkan konstipasi, seperti bawang putih, cabai, ubi jalar, dan kue beras. Minimalkan konsumsi makanan penghasil gas seperti kacang kedelai, kentang, dan bawang, yang dapat dengan mudah menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada ibu. Anda juga harus menghindari sayuran yang diasamkan, berjamur dan busuk, serta memilih makanan segar yang umur simpannya pendek. Dianjurkan agar para ibu menyesuaikan struktur diet mereka dan mengatur pola makan mereka dengan bijak selama periode menstruasi. Menjaga pola makan yang bervariasi yang kaya protein, tinggi vitamin, kalsium dan zat besi serta mudah dicerna, seperti telur dan susu, sehingga ibu memiliki gizi yang seimbang. Pilihlah banyak sup bergizi, makanan pokok yang bervariasi, serta buah-buahan dan sayuran yang berlimpah seperti kubis, brokoli, tomat, apel, pisang, dll. Hindari makanan pedas, asam dan dingin dan kurangi makan makanan manis. Dianjurkan juga untuk makan lebih sedikit dan lebih banyak, menjaga satu daging, satu sayuran dan satu sup untuk makanan utama, dan memilih makanan ringan dan buah-buahan untuk makan sore, dan bubur dan sup mie untuk makan pagi dan sore, sehingga ibu dapat memastikan pasokan nutrisi dan kebutuhan menyusui bayi yang baru lahir, dan mencegah terjadinya sembelit.