Mengapa kita memerlukan pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir?

Deteksi dini gangguan pendengaran memainkan peran penting dalam pencegahan ketulian dan gangguan bicara. Saat ini terdapat 20,57 juta orang dengan gangguan pendengaran dan bicara di Tiongkok, di mana 800.000 di antaranya adalah anak-anak tunarungu di bawah usia 7 tahun. Gangguan pendengaran secara serius memengaruhi kehidupan, pembelajaran, dan interaksi sosial kelompok ini. Lebih dari 30.000 anak tunarungu lahir setiap tahun karena pengobatan, genetika, infeksi, penyakit, polusi suara lingkungan dan kecelakaan. Pentingnya skrining pendengaran bayi baru lahir adalah untuk deteksi dini, diagnosis dini dan intervensi dini gangguan pendengaran. Sehingga perkembangan bahasa tidak atau kurang terganggu; sehingga anak dengan gangguan pendengaran dapat berkembang semaksimal mungkin di segala bidang.  Anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada masa bayi dan masa kanak-kanak awal, yang merupakan masa kritis untuk belajar bahasa. Adanya gangguan pendengaran pada anak-anak selama periode ini tidak hanya menyebabkan ketulian dan keterlambatan perkembangan bicara, tetapi juga menyebabkan keterlambatan perkembangan emosi, psikologis dan kemampuan interaksi sosial anak, yang menyebabkan beban berat bagi keluarga dan masyarakat. Praktik klinis telah menunjukkan bahwa gangguan pendengaran sering kali teridentifikasi melalui pemeriksaan fisik rutin atau observasi orang tua hanya ketika anak berusia sekitar 2 tahun, sehingga melewatkan periode perkembangan bahasa yang cepat dan menunda waktu terbaik untuk rehabilitasi wicara dan bahasa. Ini adalah cara yang efektif untuk deteksi dini dan diagnosis untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran, dan sangat penting untuk intervensi dan rehabilitasi dini yang tepat waktu.