Prinsip-prinsip umum pengobatan untuk penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson memiliki perjalanan yang panjang dan berkembang secara perlahan, dan siklus pengobatannya juga panjang, bahkan membutuhkan pengobatan seumur hidup. Efektivitas pengobatan sering kali terkait dengan kesehatan mental, emosional dan fisik pasien. Oleh karena itu, pengobatan penyakit Parkinson sering digambarkan sebagai “proyek sistematis yang kompleks”. “Proyek” ini mencakup setidaknya elemen-elemen berikut: 1, kehidupan sehari-hari ① aktivitas, anggota badan sering berolahraga untuk membantu meringankan ketidakfleksibelan sendi, dan ketidakaktifan dalam jangka panjang akan menyebabkan atrofi pengecilan anggota badan dan otot. ② Diet, pasien penyakit Parkinson rentan terhadap sembelit dan sekresi minyak kulit yang berlebihan, sehingga diet harus kaya serat dan makanan yang mudah dicerna untuk mengontrol asupan lemak. Khususnya bagi pasien dengan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular serta diabetes, diet yang masuk akal sangat penting. ③ Kesehatan mental, banyak pasien pada penyakit ini akan muncul ketidakstabilan emosi, kecemasan, ketakutan atau mengasingkan diri, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang penyakitnya. Kondisi psikologis pasien akan mempengaruhi efek pengobatan, sehingga staf medis dan anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kondisi pasien dan meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam mengatasi penyakitnya, dan pasien juga harus membangun semangat optimisme dan sikap positif terhadap kehidupan. Meningkatkan kebugaran fisik, termasuk bermain tai chi, berolahraga, jogging dan berlatih qigong, dll., akan bermanfaat untuk mengurangi perkembangan penyakit. 2, terapi obat terutama mengadopsi terapi substitusi obat. Penggunaan obat bukanlah proses memberi dan menerima obat yang sederhana, beberapa masalah perlu diperhatikan: (1) Memperbaiki ketidakseimbangan antara sistem dopaminergik dan kolinergik, sering menggunakan obat antikolinesterase (seperti Antan, dll.), yang ditujukan untuk meredakan gejala. Namun, obat-obatan ini dapat menyebabkan gangguan memori dan kemunduran mental, jadi jangan menganjurkan penggunaan jangka panjang. Levodopa adalah obat anti-Parkinson yang utama, dan umumnya digunakan dalam praktik klinis. Sekarang ini dianjurkan untuk penggunaan awal. ③ Prinsipnya, ketika mengambil sediaan levodopa, anjurkan dosis kecil untuk memulai, secara bertahap tingkatkan jumlahnya, sampai efektif dan pertahankan. Dosis besar tidak terlalu meningkatkan kemanjuran, tetapi meningkatkan efek samping obat. Tujuan menganjurkan penggunaan obat kombinasi adalah untuk mengobati penyakit dari berbagai perspektif, dan efeknya lebih ideal daripada “bermain sendiri”, dan efek sampingnya juga lebih kecil. Pengobatan komplikasi yang tepat waktu. Pembedahan dapat dipilih oleh pasien yang memenuhi indikasi. Selain itu, meskipun tidak ada trauma luar, prinsip radioterapi sama dengan pembedahan, sehingga tidak boleh menjadi pilihan pertama. 4 . Perawatan tambahan: termasuk akupunktur, fisioterapi, pijat, dll., Dapat membantu meredakan gejala. 5, memperkuat kehidupan dan perawatan psikologis: Tindakan lambat pasien penyakit Parkinson, ketidaknyamanan hidup, sehingga perawatan hidup sangat penting. Khusus untuk ketidaknyamanan hidup yang mudah disebabkan oleh memar, jatuh dan cedera lainnya, harus mengambil tindakan yang tepat, seperti menurunkan ketinggian tempat tidur, dilengkapi dengan tongkat dan sebagainya. Untuk pasien yang rentan terhadap sembelit, struktur diet harus disesuaikan pada waktunya. Perawatan psikologis terutama perawatan mental, dorongan dan kenyamanan. 6 . Peninjauan rutin: pasien harus pergi ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti tepat waktu, sehingga dokter dapat secara dinamis mengamati perubahan kondisi, menyesuaikan obat tepat waktu dan menilai kemanjuran pengobatan.