Kurangnya ASI setelah melahirkan adalah fenomena yang relatif umum di antara wanita menyusui dan dikaitkan dengan berbagai faktor seperti saluran ASI yang buruk, bayi yang terlambat menyusu, faktor emosional, kekurangan nutrisi, dan kondisi payudara bawaan yang buruk. Laktasi umumnya ditingkatkan melalui pemijatan dan pengobatan, dan efeknya dipengaruhi oleh berbagai faktor dan bervariasi sampai batas tertentu. A, laktasi memiliki peran: 1, saluran susu tidak terbuka: dapat menyebabkan keluarnya ASI tersumbat, melalui cara pemijatan dapat membuka sumbatan saluran susu, meningkatkan laktasi tidak lancar; 2, bayi baru lahir terlambat menyusu: ibu nifas tidak membiarkan bayi baru lahir menghisap payudara sedini mungkin, mengakibatkan sekresi ASI terlalu sedikit, melalui pijat laktasi cara menghisap janin tambahan untuk menstimulasi payudara, dapat meningkatkan sekresi ASI; 3, faktor emosional: suasana hati ibu buruk, mengakibatkan Terapi pijat lebih efektif, dan jika perlu, bisa lebih efektif bila dikombinasikan dengan laktasi dan obat pengatur hati. Kedua, efek laktasi tidak jelas: 1, kekurangan nutrisi: asupan nutrisi ibu sendiri tidak mencukupi, mengakibatkan ASI terlalu sedikit, pijat laktasi tidak dapat meningkatkan sekresi ASI; 2, kondisi bawaan payudara yang buruk: perkembangan bawaan payudara yang buruk, fungsi payudara terbatas, fungsi sekresi ASI tidak mencukupi, mengakibatkan ASI terlalu sedikit, efek laktasi secara umum buruk. Oleh karena itu, laktasi dapat membuka blokir saluran susu, merangsang sekresi dan memperbaiki situasi kekurangan ASI sampai batas tertentu, tetapi laktasi tidak berlaku untuk semua kasus, dan perlu untuk memilih cara yang sesuai untuk meningkatkan di bawah bimbingan dokter. Selain itu, ibu harus memperhatikan pengaturan emosi saat menyusui, memastikan istirahat yang cukup dan mengembangkan kebiasaan gaya hidup yang baik, dan minum obat di bawah bimbingan dokter jika perlu.