Saluran Cerna Belum Matang Jika saluran cerna bayi Anda belum matang, ia perlu diberi nutrisi melalui Nutrisi Parenteral Total (TPN). Metode ini memberikan nutrisi langsung ke aliran darah tanpa melewati saluran pencernaan. Nutrisi parenteral memberikan nutrisi yang serupa dengan nutrisi yang akan diterima bayi di dalam rahim dan memberikan waktu bagi saluran cerna untuk menjadi matang. Meskipun Nutrisi Parenteral Total (TPN) mengandung nutrisi yang serupa dengan nutrisi yang didapat bayi di dalam rahim untuk pertumbuhannya, terdapat komplikasi pada penggunaan jangka panjang. Pertama, selang intravena yang digunakan untuk TPN melewati kulit setiap kali digunakan, yang meningkatkan kemungkinan infeksi. Bayi yang diberikan nutrisi melalui metode ini perlu dipantau untuk infeksi, dan antibiotik perlu diberikan jika infeksi dicurigai atau terdeteksi. Sekali lagi, penting untuk menyesuaikan kandungan nutrisi total nutrisi parenteral (TPN) sesuai dengan kondisi bayi, bahkan jika komplikasinya tidak terkait dengan pencernaan. Sebagai contoh, beberapa bayi prematur berisiko mengalami hiperglikemia (yaitu kadar gula darah yang tinggi). Selain itu, jika fungsi hati bayi tidak terlalu baik, kadar trigliserida mungkin tinggi. Jika ini terjadi, ini menunjukkan bahwa bayi tidak dapat memecah lemak dengan baik. Selain itu, penggunaan Total Parenteral Nutrition (TPN) dalam jangka waktu lama membuat bayi berisiko mengalami kolestasis (suatu kondisi yang memengaruhi produksi empedu oleh hati). Retensi empedu menyebabkan penyakit kuning. Semua bayi yang mendapatkan nutrisi parenteral total (TPN) perlu dipantau dan menjalani tes metabolik yang sering untuk mengawasi komplikasi metabolik dari satu jenis atau jenis lainnya. Komposisi TPN disesuaikan seperlunya. Selain itu, pemberian makanan enteral dalam jumlah kecil dapat menstimulasi normalisasi fungsi metabolisme. Bayi prematur yang diberi makan melalui saluran cerna memiliki banyak komplikasi yang dapat menyebabkan intoleransi makan. Intoleransi makan adalah ketidakmampuan bayi untuk menelan ASI atau susu formula, atau mencernanya. Jika bayi sering mengalami diare, maka ada kemungkinan besar intoleransi pemberian makan. Ada banyak penyebab intoleransi makan. Ketika Anda mulai memberi makan bayi Anda melalui selang, setiap kali makan kecil dan lambat. Ketika jumlah makanan perlahan-lahan ditingkatkan, bayi mungkin makan terlalu cepat atau lebih banyak dari yang dapat dicernanya pada suatu waktu.