Rekomendasi klinis mengenai pentingnya hormon tiroid total dan hormon tiroid bebas

Dalam praktik klinis, sering kali perlu dilakukan lima tes fungsi tiroid; jadi apa saja kelima tes fungsi tiroid tersebut? Kelima tes tersebut adalah TT3, TT4, FT3, FT4 dan TSH, yang umumnya digunakan untuk mengevaluasi fungsi tiroid. Arti spesifik dari kelima tes tersebut: TT3 serum total triiodotironin, FT3 triiodotironin bebas; TT4 serum total tiroksin, FT4 serum hormon tiroid bebas; TSH tirotropin. TSH mendorong pelepasan tiroksin, hormon tiroid yang mengandung tetraiodotironin, yang terikat pada protein pengikat tiroid (TBG) sebagai T4 dan bebas sebagai FT4, yang keduanya dapat diubah menjadi TT4. TSH menstimulasi sekresi T4, dan T4 menghambat pelepasan TSH melalui umpan balik negatif. TSH merangsang sekresi T3 dan T3 menghambat pelepasan TSH melalui umpan balik negatif. Pendapat saat ini tentang pentingnya kelima tes: Kelima tes tersebut merupakan topik mendasar dalam pengujian fungsi kuku dan memiliki kepentingan dan kontroversi tersendiri. Pandangan umum saat ini adalah menggunakan FT3 dan FT4 sebagai kriteria diagnostik karena alasan berikut: Sementara TT3 dan TT4 adalah kadar tiroksin total, yang dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama protein pengikat tiroid TBG, FT3 dan FT4 adalah tiroksin bebas, yang memiliki pengaruh yang relatif kecil. FT4 dan FT3 sudah cukup. Ringkasan pentingnya pengukuran hormon tiroid total dan hormon tiroid bebas dalam buku Praktis Ilmu Penyakit Dalam (edisi ke-14): 1. TT3 merupakan indikator yang paling sensitif untuk diagnosis hipertiroidisme. Namun, pengukuran ini rentan terhadap perubahan konsentrasi TBG darah dan harus berhati-hati saat menentukan hasilnya. Hal ini sangat penting ketika menentukan status fungsional kelenjar tiroid pada pasien hipertiroidisme dalam kehamilan dan ketika menentukan dosis obat. 2. FT3 sangat sensitif dalam diagnosis hipertiroidisme, namun adanya antibodi tiroid autologus dapat mengganggu hasil FT3 dan FT4: (1) FT4 akan meningkat bila terdapat antibodi T4 endogen di dalam darah; (2) FT3 akan meningkat bila terdapat antibodi T3 endogen. Dalam hal ini, tes eksitasi TRH, misalnya, diperlukan untuk membantu penilaian lebih lanjut. Dapat dilihat bahwa TT3, TT4 dan FT3 dan FT4 terpengaruh. Teori “total” atau “bebas” harus dipatuhi bersama dengan indikator yang relevan secara klinis. Saran klinis: 1. Mempertimbangkan efek TBG pada TT4 dan TT3 dalam serum, disarankan untuk menambahkan pengujian TBG untuk memfasilitasi analisis komprehensif untuk menentukan apakah peningkatan TT4 dan TT3 adalah pseudotipikal; 2. Untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami peningkatan TT4 dan TT3, disarankan untuk melakukan tes TBG. Yang paling penting adalah mengambil riwayat medis yang rinci, pemeriksaan fisik dan gejala klinis yang relevan; 4. Ketika TT4 turun ke kisaran normal atau turun secara signifikan, pengurangan obat lebih dapat diandalkan, sementara FT4 cenderung kambuh atau berfluktuasi meskipun turun. 5. Untuk menilai fungsi tiroid secara menyeluruh, disarankan agar kelima indikator fungsi tiroid diuji secara bersamaan.