Stenting stenosis arteri karotis

  Stenosis arteri karotis adalah penyebab umum penyakit serebrovaskular iskemik. Endarterektomi karotis (CEA) pernah dianggap sebagai standar emas dalam pengobatan stenosis karotis karena lebih unggul daripada terapi obat dalam mengurangi risiko stroke. Namun, dalam 20 tahun terakhir, kemajuan dalam teknologi interposisi dan ilmu material, khususnya dengan penggunaan dan peningkatan payung otak, telah membuat carotid artery stenting (CAS) menjadi pengobatan penting untuk stenosis arteri karotis.  Dibandingkan dengan endarterektomi karotis, stenting karotis memiliki indikasi yang lebih luas. Stenting karotis dilakukan dengan memposisikan payung serebral distal ke stenosis karotis di bawah anestesi lokal dan kemudian menanamkan stent logam ke dalam arteri karotis yang menyempit untuk mendukung stenosis dan memungkinkan aliran darah. Oleh karena itu, cara ini kurang invasif dan pemulihannya lebih cepat, dan masih dapat dipertimbangkan untuk pasien yang tidak dapat mentoleransi endarterektomi karotis karena kondisi fisik yang buruk. Stenting karotis juga bebas dari risiko kerusakan saraf dan hematoma lokal. Stenting juga dapat dilakukan bagi mereka yang mengalami restenosis setelah endarterektomi karotis, lokasi bifurkasi karotis yang tinggi, stenosis yang dekat dengan dasar tengkorak, dan stenosis karotis setelah terapi radiasi. Stenting arteri karotis adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk stenosis karotis.