Sebagai tahap struktural yang penting di seluruh tulang belakang, tulang belakang leher dan lumbal memiliki ciri yang sama – pronasi fisiologis, yaitu lengkungan tulang belakang leher dan lumbal. Lengkungan serviks dan lumbal adalah lengkungan aktif yang berkaitan erat dengan gerakan sehari-hari, sedangkan lengkungan toraks dan sakral adalah lengkungan tetap tulang yang tidak terlalu terpengaruh oleh gerakan sehari-hari. Seperti pepatah lama mengatakan, “tulang yang benar dan urat yang lembut.” Keberadaan kelengkungan tulang belakang sangat penting untuk aktivitas kehidupan tubuh dan mempengaruhi fungsi anggota tubuh dan organ dalam. Ketika kita memasuki usia lanjut, tulang belakang dapat menjadi kurang servikal dan kurang lumbal, bungkuk, membungkuk, atau bahkan berbentuk “C” karena menunduk, membungkuk, dan lebih banyak duduk, serta berkurangnya gerakan peregangan. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah dan memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang? Postur yang penting untuk panggul yang netral adalah memiringkan panggul ke depan dan menyelipkan perut. Duduk, berbaring dan berdiri dalam tiga posisi. Ketinggian tempat duduk tidak boleh lebih rendah dari panjang betis dan cobalah untuk menggunakan tempat duduk. Pada posisi duduk, pinggul harus dipisahkan lebih dari 60 derajat, dengan kedua kaki rata di lantai, betis tegak lurus ke tanah dan jari-jari kaki berorientasi ke arah yang sama dengan paha. Dalam posisi berdiri, sering-seringlah berlatih menekuk lutut dan sedikit berjongkok, mengangkat pinggang dan menyelipkan perut, serta sedikit mengangkat pinggul dan bokong saat berdiri tegak. Gerakan yang penting: peregangan otot pinggang-perut dan otot pinggul-iliaka. Pernapasan harus rileks dan tubuh bagian atas harus memiliki inspirasi yang ringan. Kepala mendongak: Adanya kelengkungan tulang belakang leher memastikan keselarasan panca indera yang tepat, pernapasan yang lancar, keseimbangan telinga bagian dalam, dan fleksibilitas kepala dan leher. Kepala dalam posisi netral, dengan kepala tegak, rahang sedikit terangkat, mata melihat ke depan, telinga dan bahu dalam bidang vertikal. Prinsip gerakan: relaksasi otot leher dan leher, pernapasan yang rileks.