Adaptasi pendengaran, waktu pemaparan yang singkat terhadap suara bising yang kuat, meningkatkan ambang pendengaran lebih dari 10 dB, yang dapat dipulihkan dalam beberapa menit setelah meninggalkan lingkungan bising. Aklimatisasi pendengaran adalah fenomena di mana rangsangan suara yang terus-menerus menyebabkan penurunan persepsi pendengaran. Sistem pendengaran umumnya terhadap persepsi sumber suara yang stabil dalam 1-2 menit pertama menurun, dan kemudian dengan cepat stabil pada tingkat tertentu, karakteristik adaptasi pendengaran adalah bahwa ini adalah proses keseimbangan. Metode penelitian adaptasi pendengaran adalah metode keseimbangan kenyaringan. Yaitu, dengan intensitas suara tertentu (seperti 80 dB) dari efek suara murni di telinga kiri, dengan frekuensi lain dengan tingkat suara yang sama tetapi bervariasi pada saat yang sama di telinga kanan, sehingga keduanya memiliki kenyaringan yang sama. Kemudian, suara di telinga kanan dihentikan dan telinga kiri dibiarkan terus mendengarkan selama 3 menit. Setelah periode adaptasi ini, telinga kanan dan kiri dibuat sama lagi, ketika tingkat suara yang sama di telinga kanan sering kali menurun, misalnya, menjadi 60 dB, dengan adaptasi 20 dB. Adaptasi pendengaran patologis memerlukan pemeriksaan berikut ini: 1. Pemeriksaan Audiologis Pemeriksaan audiologis adalah pemeriksaan untuk memahami keadaan fungsi pendengaran dan mendiagnosis penyakit sistem pendengaran dengan mengamati respons yang ditimbulkan oleh rangsangan akustik. Tujuannya adalah untuk memahami derajat dan sifat gangguan pendengaran serta lokasi lesi. Pasien dengan gangguan pendengaran sekitar 40-50 dB antara 1000 dan 4000 Hz tidak cocok untuk menjalani kokleografi. Kedua sisi telinga memiliki sifat yang sama. 2, Pemeriksaan CT telinga, hidung dan tenggorokan Pemeriksaan CT telinga, hidung dan tenggorokan adalah metode pemeriksaan telinga, hidung dan tenggorokan dengan CT. Pasien diharuskan untuk mengeluarkan barang-barang yang dikontraindikasikan dari tubuh mereka, berbaring di atas instrumen atas permintaan dokter, menjalani pemeriksaan, dan mencari fitur patologis setelah gambar diperoleh. 3 . Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir adalah salah satu program pemeriksaan bayi baru lahir yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan dini dapat memungkinkan bayi dengan gangguan pendengaran terdeteksi sejak dini, didiagnosis secara tepat waktu, diobati sejak dini, dan mendorong perkembangan bahasa bayi pada masa kritis dalam pembelajaran bahasa. Program Skrining dan Intervensi Pendengaran Dini untuk Bayi Baru Lahir, Bayi dan Balita, yang meliputi skrining pendengaran, diagnosis, intervensi, tindak lanjut, pelatihan rehabilitasi dan evaluasi hasil, merupakan proyek eugenik yang sistematis dan sosial yang membutuhkan kontrol kualitas yang ketat.