Pembedahan invasif minimal dengan menggunakan torakoskopi untuk pasien yang berkeringat telah terbukti efektif 93%-100%, tetapi apakah tidak berdampak pada kehidupan sosial pasien jika mereka tidak ditangani melalui pembedahan? Jika ya, seberapa besar dampaknya? Hal ini telah lama menjadi pertanyaan bagi para dokter dan pasien. Hal ini juga melibatkan perdebatan tentang perlunya perawatan torakoskopi pada pasien dengan keringat di tangan. 1. Dari 22 pasien dengan tangan berkeringat yang tidak diobati, 13 mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan 9 merasa baik-baik saja dalam interaksi sosial; 9 tidak terpengaruh oleh keringat tangan saat makan dan 10 tidak terpengaruh saat menulis, 2. Dari 26 pasien dengan tangan berkeringat yang diobati dengan pembedahan, 23 sangat baik dalam interaksi sosial, 23 merasa puas saat bersalaman dan 25 merasa puas saat makan, 3. Dari 26 pasien dengan tangan berkeringat yang diobati dengan pembedahan, 23 merasa sangat baik dalam interaksi sosial, 23 merasa puas saat bersalaman dan 25 merasa puas saat makan. Dari 26 pasien yang dirawat, 23 orang sangat baik dalam bersosialisasi, 23 orang merasa puas saat berjabat tangan, 25 orang merasa puas saat makan dan 23 orang merasa nyaman saat menulis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bedah torakoskopi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien dengan keringat tangan. Pasien dengan keringat tangan yang tidak menjalani operasi memiliki kepuasan sosial dan kenyamanan hidup yang lebih rendah secara signifikan daripada populasi umum.