Diagnosis dan pengobatan kanker ginjal kecil

  TUJUAN: Untuk menyelidiki diagnosis dan pengobatan kanker ginjal kecil dan untuk memberikan petunjuk bagi penelitian lebih lanjut tentang pengobatan kanker ginjal kecil dengan unit ginjal yang diawetkan.  METODE: Enam puluh kasus kanker ginjal kecil dengan diameter ≤4 cm dianalisis secara retrospektif, karakteristik klinis kanker ginjal kecil dan penyakit gabungannya dianalisis, karakteristik dan peran ultrasonografi, CT, MRI, DSA, IVP dan ECT dalam diagnosis kanker ginjal kecil dibandingkan, dan efek dari berbagai perawatan bedah diamati pada tindak lanjut.  Hasil: Keakuratan USG, CT, MRI dan DSA dalam mendiagnosis kanker ginjal kecil masing-masing adalah 85,7%, 96,3%, 82,3% dan 100%, sedangkan IVP dan ECT hanya dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan. Semua 60 pasien menjalani pembedahan, termasuk 6 kasus enukleasi tumor ginjal, 3 kasus pembedahan laparoskopi, 3 kasus pemeriksaan patologis beku intraoperatif yang diikuti dengan nefrektomi, 2 kasus enukleasi tumor ginjal dengan laporan patologis nefrokalsinoma pasca operasi, dan nefrektomi pasca operasi selama 1 minggu, 14 kasus nefrektomi radikal dan 32 kasus nefrektomi sederhana. Diagnosis patologis: 50 kasus karsinoma sel bening, 1 kasus karsinoma sel granular, 6 kasus tipe campuran (karsinoma sel bening + karsinoma sel granular) dan 3 kasus tipe lainnya. Empat puluh enam kasus (76,7%) ditindaklanjuti selama 3 bulan hingga 7 tahun. Terdapat 14 kasus yang bertahan selama 5 tahun setelah pembedahan.  Kesimpulan: Ultrasonografi, CT dan MRI adalah metode yang paling umum digunakan dan akurat untuk mendiagnosis kanker ginjal kecil, lebih banyak kanker ginjal kecil perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan DSA dan pemeriksaan patologis, dan metode pengobatan pengawetan unit ginjal untuk kanker ginjal kecil adalah tren pengobatan kanker ginjal kecil.