Apa saja kebiasaan diet dan gaya hidup pasien kanker ginjal?

  Karsinoma sel ginjal adalah tumor padat ginjal yang paling umum, terhitung sekitar 90% dari semua keganasan ginjal, terutama terlihat pada pria, dengan rasio pria terhadap wanita 1,5:1, dan usia puncak onset adalah 60-70 tahun. Namun demikian, etiologi tumor ginjal masih belum diketahui, dan perkembangan kanker ginjal merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.  Gaya hidup (merokok), obesitas dan hipertensi adalah tiga faktor independen yang terkait dengan peningkatan risiko kanker ginjal. Durasi merokok secara langsung berhubungan dengan prevalensi dan diperkirakan bahwa perokok telah meningkatkan kadar berbagai zat aktif mutagenik dalam urin mereka dan bahwa dimetilnitrosamin dalam tembakau menyebabkan kanker ginjal. Makanan dan obat lain yang telah dilaporkan berhubungan dengan kanker ginjal adalah: asupan tinggi produk susu, protein dan lemak hewani, asupan rendah buah dan sayuran merupakan faktor risiko untuk kanker ginjal, hidrokarbon aromatik, amina aromatik, aflatoksin, estrogen, kopi dan diuretik dapat menyebabkan kanker ginjal.  Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah atau menghindari kanker ginjal dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan: 1. membangun kebiasaan gaya hidup yang baik, tidak makan berlebihan, mengontrol berat badan, berhenti merokok dan minum: lebih banyak berolahraga, bekerja dan beristirahat secara teratur, berhenti merokok dan batasi alkohol; 2. mengontrol diabetes dan hipertensi: hindari minuman bergula sebanyak mungkin, batasi asupan makanan dengan kepadatan energi yang tinggi, terutama makanan bergula tinggi, atau makanan olahan dengan serat rendah dan lemak tinggi, seperti hamburger dan keripik dsb.; 3. Kurangi makan makanan dari barbekyu: hindari membakar kuah ketika memanggang ikan dan daging. Ikan dan daging yang dipanggang langsung di atas api dan daging panggang hanya boleh dimakan sesekali. Lebih baik merebus, mengukus, atau menumis makanan; 4. Perhatikan diversifikasi makanan, terutama makanan nabati, yang harus mencakup lebih dari 2/3 dari setiap kali makan.