Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang umum dan dapat melibatkan saraf sensorik, motorik dan otonom. Insiden DN dalam literatur bervariasi dari 60% hingga 90%, dengan neuropati perifer diabetes (DPN) menjadi yang paling umum, bermanifestasi sebagai sensasi dan nyeri abnormal pada tungkai, biasanya lebih banyak pada tungkai bawah daripada tungkai atas. Neuropati perifer diabetes dapat menyebabkan penurunan fungsi sensorik tubuh terhadap rasa sakit dan suhu, yang mengakibatkan hilangnya sensasi pelindung, yang dapat menyebabkan ulkus, infeksi, kaki diabetes dan akhirnya amputasi. Hal ini juga dikaitkan dengan respons yang buruk terhadap hipoglikemia dan angina pektoris, dan penelitian telah menemukan bahwa orang dengan neuropati perifer diabetes memiliki tingkat kematian yang tinggi. Oleh karena itu, diagnosis dini dan pengobatan dini sangat diperlukan. Statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 40% pasien tidak menunjukkan gejala, jadi penting untuk menggunakan alat bantu untuk menyaring neuropati perifer diabetes pada tahap awal. Alat skrining Pedoman Diabetes 2010 merekomendasikan item-item skrining berikut ini: sensasi tusuk jarum, sensasi suhu, sensasi getaran, sensasi tekanan dan refleks pergelangan kaki. V. Kriteria Diagnostik Kelainan pada salah satu gejala, item skrining, dan kecepatan konduksi saraf bersifat diagnostik.