Kekurangan seng, kekurangan nutrisi yang umum terjadi selama masa pertumbuhan dan perkembangan

Kekurangan seng pada anak-anak dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan, gangguan rasa (paranoid, anoreksia, atau heterofagia), pertumbuhan terhambat (kerdil, kurus, botak), gangguan pencernaan (diare), dermatitis (ruam, eksim, penyembuhan luka yang buruk, sariawan yang berulang), infeksi dan pilek yang berulang, perkembangan neuro-intelektual yang tertunda, perkembangan seksual yang tidak sempurna, perkembangan otak yang terganggu, dan lain-lain.  Panduan nutrisi untuk defisiensi seng 1. Diversifikasi makanan, hindari pilih-pilih makanan, makan lebih banyak makanan hewani, terutama tiram, tiram laut, tiram, kerang, dan makanan laut lainnya, dan yang kedua, daging sapi, domba, babi, dan jeroan hewan juga merupakan sumber seng yang sangat baik. Asupan makanan kaya seng selama kehamilan dan menyusui dapat membantu meningkatkan kandungan seng dalam ASI.  2. Intervensi untuk anak-anak di daerah yang kekurangan seng, yaitu suplementasi seng atau makanan yang diperkaya seng, jika kondisinya terbatas.  3. Seng sulfat, seng asetat dan seng glukonat, yang mudah diserap secara oral, sekarang dianggap dapat meningkatkan seng darah ke tingkat yang dibutuhkan dalam dosis yang lebih kecil yaitu 15-20mg secara oral, sebaiknya setelah makan.  4. Anak-anak dengan akrodermatitis enteropati (AE) akibat defisiensi seng yang parah dapat diobati dengan seng sulfat dengan hasil yang baik.  5. Untuk anak-anak yang membutuhkan nutrisi parenteral karena kondisinya, seng harus diberikan secara intravena.