Stenosis vaskular dan stenosis tulang belakang adalah dua penyakit yang paling umum yang menyebabkan nyeri tungkai kaki pada tungkai bawah. Manifestasi klinis yang khas adalah klaudikasio intermiten yang mempengaruhi berjalan, dan tingkat kesalahan diagnosis dan kesalahan diagnosis yang tinggi dalam praktik klinis. Berikut ini adalah daftar perbedaan di antara keduanya untuk diagnosis banding dan untuk memberikan dasar untuk memilih rencana perawatan yang benar. A. Karakteristik nyeri kaki stenosis vaskular: klaudikasio intermiten vaskular sering kali melibatkan tungkai unilateral, tungkai yang terkena mengalami kedinginan, mati rasa, atau rasa sesak di bagian bawah kaki, dan otot betis atau kaki menjadi buncit dan nyeri atau kedutan setelah aktivitas. Pasien dengan stenosis vaskular yang mengendarai sepeda akan mengalami gejala yang menyakitkan karena relatif kekurangan pasokan darah saat tungkai bawah bergerak dan permintaan pasokan darah meningkat. Pasien dengan nyeri tungkai stenotik mungkin mengalami penurunan suhu kulit, kulit kasar, rambut yang menipis dan tanda-tanda malnutrisi lainnya pada tungkai yang terkena, serta denyut nadi yang berkurang atau tidak ada pada pedis dorsalis, N atau arteri femoralis. Diagnosis diferensial dapat dibuat dengan ultrasonografi arteri tungkai bawah dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) tulang belakang lumbar. Gejala-gejala ini sering diperparah ketika tulang belakang lumbal hiperekstensi dan berkurang ketika tulang belakang lumbal sedikit fleksi, sehingga pasien tersebut dapat mengendarai sepeda dan tidak akan mengalami onset atau kejengkelan nyeri kaki karena berolahraga; rasa sakitnya diperparah ketika berdiri atau berjalan, terutama menuruni bukit, dan berkurang ketika duduk. Pada pemeriksaan, pasien tersebut sering kali memiliki suhu dan warna kulit yang normal pada kedua tungkai bawah dan denyut arteri pedis dorsalis yang normal. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinis dengan ultrasonografi arteri ekstremitas bawah dan MRI tulang belakang lumbar.