Sindrom gangguan sendi temporomandibular biasanya tidak sembuh dengan sendirinya. Tanpa perawatan, gejalanya kadang-kadang akan hilang, hanya untuk kembali setelah beberapa waktu. Sindrom gangguan sendi temporomandibular adalah gangguan yang paling umum terjadi pada daerah mulut dan rahang atas dan meliputi gangguan pada otot pengunyahan, gangguan struktural, gangguan inflamasi sendi, dan gangguan osteoartikular. Patogenesisnya belum sepenuhnya dipahami dan mungkin berhubungan dengan faktor psikososial, imunologis, dan anatomis sendi. Dalam praktik klinis, pilihan pengobatan bervariasi sesuai dengan gejala pasien. Psikoterapi terutama digunakan untuk mengurangi kondisi stres pasien dan fisioterapi digunakan untuk meredakan gejala. Pasien dengan sindrom gangguan temporomandibular memiliki presentasi yang kompleks dan berbagai perawatan klinis. Setelah menderita gangguan ini, pasien harus mencari perhatian medis profesional sesegera mungkin untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan memastikan kualitas hidup.