Kesulitan membuka mulut adalah manifestasi klinis dari sindrom gangguan sendi temporomandibular yang juga dikenal sebagai sindrom TMJ, yang merupakan salah satu gangguan umum pada daerah mulut dan rahang atas. Di antara gangguan sendi temporomandibular, penyakit ini adalah yang paling umum. Penyakit ini lazim terjadi pada orang dewasa muda, dengan prevalensi tertinggi antara usia 20 dan 30 tahun. Ciri-ciri utama penyakit ini adalah rasa sakit dan nyeri pada area sendi, suara berdecit dan berdenging saat bergerak, dan gangguan gerakan membuka mulut. Sebagian besar disfungsi sendi, prognosisnya baik; tetapi sejumlah kecil kasus juga dapat terjadi perubahan organik. Etiologi: 1, faktor trauma Banyak pasien yang memiliki riwayat trauma lokal. Misalnya, mereka pernah mengalami benturan dari luar, tiba-tiba menggigit benda keras, membuka mulut terlalu lebar (seperti menguap) dan trauma akut lainnya; sering mengunyah makanan yang keras, menggemeretakkan gigi di malam hari serta kebiasaan mengunyah unilateral, dan lain-lain. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan memar atau ketegangan sendi, disfungsi kelompok otot pengunyahan juga memiliki dampak tertentu pada terjadinya penyakit ini. 2, faktor oklusal Banyak pasien memiliki gangguan hubungan oklusal yang jelas. Misalnya, titik puncak terlalu tinggi, keausan gigi yang berlebihan, terlalu banyak gigi geraham yang hilang, gigi palsu yang buruk, jarak antar rahang atas terlalu rendah, dan sebagainya. Gangguan hubungan oklusal dapat merusak keseimbangan fungsi antara struktur internal sendi dan mendorong terjadinya penyakit ini. 3 . Faktor sistemik dan faktor lainnya Faktor neuropsikiatri mungkin ada hubungannya dengan penyakit ini. Misalnya, beberapa pasien memiliki ketidaksabaran emosional, gugup, mudah gelisah, dll. Selain itu, beberapa pasien memiliki rheumatoid arthritis. Selain itu, beberapa pasien memiliki riwayat rematik, dan beberapa kasus berhubungan dengan flu.