Beberapa orang sering takut untuk menikahi seseorang dengan epilepsi atau yang pernah menderita epilepsi karena mereka takut bahwa epilepsi akan diwariskan. Secara teoritis, faktor genetik memiliki beberapa pengaruh pada kejang, tetapi pengaruh ini, bagaimanapun juga, sangat kecil. Kemungkinan memiliki anak dengan epilepsi pada generasi berikutnya dari pasien epilepsi juga rendah secara klinis, sehingga faktor transmisi memainkan peran sampai batas tertentu, tetapi ada banyak faktor lingkungan, sosial, dan faktor lain yang diperoleh yang berperan bersama. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa anak-anak yang lahir dari pasien epilepsi yang menikah tidak akan diinduksi untuk mengalami kejang di masa depan, selama mereka menghindari faktor lingkungan yang merugikan. Jika perlu, pergilah ke rumah sakit biasa dan lakukan skrining metabolik genetik untuk lebih memperjelas penyebab penyakit ini, atau mintalah bimbingan dan bantuan spesialis genetik.