TUJUAN: Untuk menyelidiki metode desain restorasi prostetik retensi batang implan untuk cacat rahang atas dengan edentulisme. METODE: Pada satu kasus cacat rahang atas dengan edentulisme, sebuah protesa berongga rahang atas dibuat dengan menggunakan metode retensi implan batang. HASIL: Setelah 3 bulan hingga 12 bulan masa tindak lanjut klinis, restorasi protesa implan batang-kartrid pada defek rahang atas dengan edentulisme memiliki retensi yang baik, secara efektif memulihkan fungsi mulut, dan secara estetis menyenangkan, nyaman, serta mudah dilepas dan dipakai. KESIMPULAN: Dokter gigi harus secara akurat menempatkan implan sesuai dengan kualitas tulang sisa dan konsep restoratif, dan memilih metode retensi implan yang paling sesuai untuk defek rahang atas dengan edentulous prosthesis untuk mencapai hasil yang memuaskan. Kunci dari restorasi cacat rahang atas dengan gigi yang hilang adalah untuk mendapatkan retensi yang baik dari prostesis. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli secara berturut-turut telah mengusulkan penggunaan protesa rahang atas segmental, protesa segmental dengan penghalang karet silikon dan alat tambahan magnetik, protesa implan dengan alat tambahan magnetik, dan protesa implan dengan alat tambahan alu dan lesung untuk restorasi cacat rahang atas unilateral pada pasien yang mengalami edentulous. Secara khusus, penggunaan teknik implan dan cangkok tulang telah secara signifikan meningkatkan retensi pseudoprostesis rahang atas. Para penulis menggunakan kombinasi implan dan penahan penjepit batang untuk memecahkan masalah retensi restorasi cacat rahang atas unilateral pada pasien yang edentulous, dan mencapai efek retensi yang baik, secara efektif memulihkan fungsi mulut, dan juga memiliki keuntungan dari pelepasan dan keausan yang nyaman, pembersihan sendiri yang mudah, dan estetika.