Tidak ada pernyataan klinis mengenai mana yang lebih serius, mesothelioma pleura atau kanker paru-paru, dan disarankan agar mereka yang telah didiagnosis dengan penyakit ini harus menjalani pengobatan aktif. 1. Mesothelioma pleura: merupakan tumor pleura yang jarang terjadi dan terutama berkaitan dengan paparan asbes dan paparan radiasi jangka panjang. Secara klinis, tumor ini dibagi menjadi mesothelioma pleura ganas yang menyebar, dengan prognosis yang relatif tidak memuaskan, dan mesothelioma pleura terbatas, sebagian besar jinak, dengan prognosis yang lebih baik. Gejala khas pasien mesothelioma pleura meliputi batuk, nyeri dada, demam, sesak napas, anoreksia, penurunan berat badan, dan efusi pleura. Perawatan klinis untuk penyakit ini meliputi pembedahan seperti pleurodesis dan pleurodesis, serta radioterapi, kemoterapi, dan terapi bertarget. 2. Kanker paru-paru: penyakit yang umum ditemukan di klinik, tetapi penyebabnya masih belum jelas, yang mungkin terkait dengan merokok dalam jangka panjang, paparan radiasi pengion, faktor keturunan, dan sebagainya. Prognosisnya relatif baik untuk kanker paru stadium awal dengan pengobatan aktif. Jika kanker paru berada pada stadium menengah atau akhir dan sel kanker telah bermetastasis, prognosisnya relatif buruk. Gejala khas pasien kanker paru meliputi batuk, nyeri dada, darah dalam dahak, sesak napas dan suara serak. Pasien yang didiagnosis dengan kanker paru dapat diobati dengan terapi bertarget molekuler, bedah reseksi lesi, radioterapi dan terapi intervensi. Bagi mereka yang didiagnosis dengan mesothelioma pleura atau kanker paru-paru, mereka harus memperhatikan untuk menyesuaikan mentalitas mereka dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk pengobatan. Perhatikan istirahat harian dan pastikan asupan nutrisi yang seimbang.