Mesothelioma pleura terjadi terutama pada tiga kelompok orang yang terpapar asbes. Pertama, mereka yang terpapar asbes secara pekerjaan, terutama pekerja pertambangan dan penggilingan yang secara langsung terpapar asbes biru. Beberapa penulis telah mempelajari dengan sangat rinci mereka yang terpapar asbes biru di tambang Wittenoom di Australia. Situs ini merupakan salah satu bencana industri paling mengerikan dalam sejarah. Tidak hanya para penambang yang sangat terpapar asbes, tetapi residu asbes digunakan untuk menggantikan rumput di lapangan bermain sekolah dan alun-alun kota, yang mengakibatkan wabah besar mesothelioma pleura ganas, yang banyak di antaranya disebabkan oleh orang-orang muda yang bermain di atas limbah asbes saat masih anak-anak. Kedua, paparan kerja tidak langsung, yaitu penyakit yang berhubungan dengan asbes juga ditemukan di antara para pekerja yang menggunakan produk asbes, seperti tukang ledeng, tukang kayu, personel pertahanan, pemasang isolator asbes, dll. Ketiga, populasi yang terpapar lingkungan, yaitu mereka yang berada di negara-negara industri dan secara tidak sadar terpapar asbes, menyumbang 20-30% kasus mesothelioma pleura ganas. Fenomena agregasi familial mesothelioma pleura ganas telah dilaporkan dalam beberapa makalah, termasuk satu dari wilayah Cappadocia di Turki yang menunjukkan bahwa agregasi familial mesothelioma pleura ganas mungkin berhubungan dengan autosomal.