Ada sejumlah kesalahpahaman tentang diagnosis dan pengobatan miokarditis pediatrik dan orang tua sering bingung “Apakah anak saya menderita miokarditis?” 1. Tidak jarang orang tua membawa anak-anak mereka ke klinik dengan keluhan “dada sesak dan sesak napas”. Dada sesak dan sesak napas bisa menjadi gejala bersamaan dari miokarditis. Namun, mereka lebih sering dipandang sebagai “psikogenik (perubahan fungsional)”, dan anak-anak ini sering mengalami gangguan kepribadian, seperti berhati-hati dan marah. Demam, aktivitas dan stres semuanya dapat menyebabkan sinus takikardia. Diagnosis sinus takikardia sejati tidak dapat dibuat berdasarkan EKG tunggal, tetapi perlu ditentukan oleh EKG rawat jalan 24 jam yang komprehensif. Miokarditis dapat bermanifestasi sebagai sinus takikardia. Jika sinus takikardia saja tidak disertai kelainan lain, penting untuk menyingkirkan hipertiroidisme dan beta-agonisme. 2. Dapatkah miokarditis didiagnosis dengan peningkatan enzim jantung saja? Kelainan pada isoenzim jantung (CK-MB) dan troponin (CTnI, CTnT) adalah salah satu indikator utama untuk diagnosis miokarditis dan harus dipertimbangkan dalam konteks pertimbangan klinis. Jika faktor usia berdampak pada nilai normal enzim miokard; jika CK atau LDH meningkat secara signifikan, penting untuk mengecualikan miopati; jika hanya AST yang meningkat, perlu untuk mengecualikan kerusakan fungsi hati dan memeriksa fungsi hati; jika darah tidak mengalami hemolisis untuk membuat enzim miokard positif palsu, dll. 3. Ketukan prematur (kontraksi prematur). Ketukan prematur adalah aritmia klinis yang paling umum pada pediatri. Sebagian besar anak-anak dengan ketukan prematur akhirnya didiagnosis sebagai ketukan prematur sederhana setelah pemeriksaan sistematis yang menyeluruh yang tidak menunjukkan bukti penyakit jantung organik. Adanya denyut prematur saja tidak boleh digunakan sebagai bukti diagnostik miokarditis. 4. Perubahan ST-T. Beberapa EKG miokarditis pediatrik dapat menunjukkan perubahan pada gelombang ST-T, kadang-kadang bahkan sebagai satu-satunya manifestasi EKG abnormal. Diagnosis miokarditis menekankan perubahan gelombang ST-T yang berlangsung lebih dari 4 hari dengan perubahan dinamis. Perlu juga dicatat di sini bahwa karena sifat EKG pediatrik yang berbeda menurut usia, kriteria untuk menentukan apakah perubahan gelombang ST-T signifikan secara patologis tidak dapat diikuti persis seperti pada orang dewasa. 5. Takikardia supraventrikular paroksismal. Hal ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan mudah salah didiagnosis sebagai miokarditis. Takikardia supraventrikular paroksismal sebagian besar disebabkan oleh pelipatan nodus atrioventrikular kongenital. Beberapa episode takikardia diikuti oleh perubahan gelombang ST-T pada EKG dan kelainan enzim miokard, yang tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosis miokarditis. 6. Sindrom P-R pendek. Interval P-R bisa kurang dari 0,12 detik pada anak-anak, dan 0,09 detik dianggap normal pada bayi kecil. Sindrom P-R pendek kadang-kadang didiagnosis di ruang elektrokardiogram menurut kriteria orang dewasa. 7. Jantung kanan dominan dan normal pada bayi kecil.