Peran reseksi ultrasonik dalam bedah laparoskopi

Tujuan: untuk menyelidiki nilai klinis ultrasonografi laparoskopi pada nefrektomi parsial laparoskopi untuk tumor ginjal sentral. METODE: Sepuluh kasus tumor ginjal tipe sentral yang menjalani nefrektomi parsial laparoskopi yang dibantu dengan ultrasonografi laparoskopi dianalisis secara retrospektif. Semua pasien didiagnosis dengan tumor ginjal pada pemeriksaan pencitraan pra operasi seperti USG, CT dan/atau MR, dan tumor terletak di parenkim ginjal tanpa cembung yang jelas. Terdapat 6 laki-laki dan 4 perempuan, berusia 10-62 tahun (rata-rata 45,4 tahun), 5 kasus terletak di bagian tengah ginjal, 1 kasus terletak di kutub atas ginjal, 4 kasus terletak di kutub bawah ginjal, dan diameter tumor berkisar antara 1,1 hingga 3,5 cm, dengan diameter rata-rata 2,6 cm. HASIL: Ultrasonografi intraoperatif selama pembedahan laparoskopi digunakan untuk menentukan posisi tumor, ukuran, batas, dan suplai darah secara real-time, untuk menentukan luas reseksi tumor ginjal, dan ultrasonografi ditinjau ulang setelah reseksi, untuk memastikan margin potongan negatif. Hasil pemeriksaan patologi pasca operasi menunjukkan 9 kasus karsinoma sel ginjal dan 1 kasus nefrolitiasis, dan semua margin negatif. KESIMPULAN: LUS intraoperatif dapat memberikan gambar real-time untuk membantu dokter bedah menemukan tumor ginjal sentral yang tertanam di korteks ginjal secara akurat, memberikan penilaian tumor secara real-time, mengurangi perdarahan intraoperatif, menjamin margin negatif, dan memberikan jaminan yang efektif untuk keselamatan bedah.