Siapa yang disukai oleh herniasi diskus lumbal

Herniasi diskus lumbal Herniasi diskus lumbal terutama disebabkan oleh diskus intervertebralis lumbal dalam berbagai tingkat perubahan degeneratif, di bawah pengaruh faktor eksternal, cincin fibrosa diskus intervertebralis pecah, jaringan nukleus pulposus dari tempat pecah menonjol (atau keluar) di kanal posterior atau vertebra, mengakibatkan jaringan yang berdekatan, seperti akar saraf tulang belakang, sumsum tulang belakang, dan jaringan lain mengalami iritasi atau kompresi, sehingga mengakibatkan nyeri pinggang, satu sisi tungkai bawah atau kedua tungkai bawah, mati rasa dan nyeri, dan sebagainya. Serangkaian gejala klinis. Apa yang menyebabkan herniasi diskus lumbal? Faktor dasar herniasi diskus lumbal adalah perubahan diskus degeneratif, tetapi mengapa diskus lumbal mengalami degenerasi? Orang seperti apa yang rentan terhadap herniasi diskus lumbal? Banyak ilmuwan yang telah meneliti hal ini selama beberapa tahun, dan mekanisme pastinya saat ini belum diketahui. Menurut penelitian saat ini, herniasi diskus lumbal terkait dengan faktor-faktor berikut: 1, struktur tulang belakang: faktor kelainan bentuk tulang belakang, kelengkungan fisiologis tulang belakang tulang belakang mudah menyebabkan perubahan biomekanik pada tulang belakang, sehingga mempercepat atau menyebabkan degenerasi cakram intervertebralis. 2, faktor fisiologis: usia – kejadian herniasi diskus intervertebralis lumbal pada usia paruh baya 30-50 tahun tertinggi, dan herniasi diskus intervertebralis pada populasi lansia juga merupakan insiden yang lebih tinggi pada pasien yang lebih tua dengan lesi lama, dan lebih sering disertai dengan stenosis tulang belakang lumbal. Jenis kelamin – herniasi diskus lumbal lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dan secara umum diyakini bahwa rasio pria dan wanita adalah 4 hingga 12:1. Tinggi badan – insiden herniasi diskus lumbal tinggi pada pria lebih dari 1,8 m dan wanita lebih dari 1,7 m. Berat badan – umumnya orang yang terlalu gemuk atau terlalu kurus memiliki insiden herniasi lumbal yang tinggi. 3 . Faktor genetik: di antara orang-orang dengan riwayat keluarga yang positif, risiko relatif herniasi diskus lumbal sebelum usia 21 tahun sekitar 5 kali lebih tinggi daripada orang normal. Faktor pekerjaan: kejadian herniasi lumbar secara signifikan lebih tinggi di antara pekerja kantoran jangka panjang, pengemudi, pekerja membungkuk jangka panjang (ahli bedah, dll.), Pembawa beban jangka panjang dan berdiri jangka panjang (guru, dll.). 5, faktor trauma: anak-anak dan remaja dengan herniasi diskus sering dikaitkan dengan trauma akut seperti keseleo lumbal, patah tulang belakang. 6, faktor merokok: penelitian telah menunjukkan bahwa nikotin dalam rokok akan membuat pembuluh darah berkontraksi, suplai darah diskus intervertebralis lumbal berkurang, mudah terjadi perubahan degeneratif, dan semakin lama waktu merokok, semakin tinggi kejadian herniasi diskus. 7, penyakit yang mendasari: beberapa penyakit dapat menyebabkan peningkatan aterosklerosis, mempengaruhi suplai darah ke jaringan diskus intervertebralis, yang menyebabkan atau mempercepat degenerasi diskus intervertebralis, yang paling umum seperti diabetes melitus, aterosklerosis, hiperlipidemia, dan sebagainya. 8, kehamilan: pada kehamilan wanita, itu akan membuat beban pinggang mereka meningkat, mudah untuk menginduksi herniasi diskus lumbal.