Penglihatan anak-anak berkembang dengan cepat hingga usia enam tahun, dengan usia tiga tahun menjadi sangat penting. Selama periode ini, faktor-faktor yang merugikan seperti kelainan refraksi seperti hipermetropi tinggi, astigmatisme dan miopi, serta strabismus, dapat menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan dan mengakibatkan ambliopia. Sebagian besar kelainan refraksi pada anak terjadi sebelum atau dalam tahun pertama kehidupan dan juga berhubungan dengan perilaku dan lingkungan yang buruk pada mata. Melakukan skrining penglihatan dan perawatan mata pada bayi dan anak kecil tidak hanya akan memandu orang tua dalam perawatan penglihatan dan mencegah terjadinya gangguan penglihatan sejauh mungkin, tetapi juga memungkinkan deteksi dini terhadap kelainan refraksi, ambliopia, strabismus, dan penyakit yang memengaruhi perkembangan penglihatan, sehingga dapat dilakukan tindakan dini. Orang tua harus membawa bayi mereka untuk janji temu perawatan mata pertama sekitar 42 hari setelah lahir, yang kedua sekitar usia 6 bulan, dan setidaknya setahun sekali dari usia 1 hingga 3 tahun untuk skrining penglihatan. Anak-anak dengan kelainan atau penyimpangan yang ditemukan dalam pemeriksaan penglihatan perlu ditindaklanjuti secara teratur untuk diagnosis dan penanganan dini.