Apa saja gejala penyakit Meniere?

  Gangguan pada selaput telinga bagian dalam vagus yang ditandai dengan vertigo paroksismal dengan mual dan muntah, dikombinasikan dengan tuli yang berfluktuasi, tinnitus dan perasaan penuh di telinga. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi pada tahun 1861 dokter Perancis P. Ménière menerbitkan empat artikel jurnal tentang vertigo, yang menjelaskan gejala klinis secara rinci. Para ahli kemudian menamakannya sindrom Meniere ketika gejalanya terulang kembali.  Gejala-gejala: 1. Vertigo Serangan vertigo yang tiba-tiba adalah yang paling menyusahkan dan alasan utama bagi pasien untuk mengunjungi klinik. Sejumlah kecil pasien mungkin memiliki firasat sebelum serangan. Selama serangan, pasien merasa bahwa dirinya atau benda-benda di sekitarnya berputar-putar, dan takut jatuh setiap saat, disertai mual dan muntah. Durasi pusing bervariasi dari beberapa menit hingga beberapa jam, dan biasanya kembali normal setelah satu hingga beberapa hari. Jika pusing berlanjut selama lebih dari 2 minggu, penyakit lain harus dipertimbangkan. Frekuensi serangan vertigo bervariasi, dari 1 dalam beberapa hari hingga 1 dalam sebagian besar minggu atau bulan. Pada serangan akut, terlihat nistagmus spontan, sebagian besar dari tipe horizontal. Dalam selang waktu tersebut, semua gejala menghilang.  2. Gangguan pendengaran Pada awalnya, ada gangguan pendengaran frekuensi rendah, yang membaik dalam interval. Kehilangan pendengaran frekuensi tinggi lebih parah pada episode berulang jangka panjang, dan tuli sensorineural dapat terjadi.  3. Tinnitus Mungkin ada tinnitus sebelum serangan, yang menetap dan memburuk selama serangan.  4. Perasaan penuh di telinga Selama serangan, pasien cenderung memiliki perasaan penuh atau sesak di kepala. Ada banyak penjelasan untuk onset paroksismal penyakit ini. Beberapa orang percaya bahwa ketika air dalam membran vagus membengkak sampai batas tertentu, dinding membran akan membengkak dan hasilnya adalah campuran endolimf dan ektolimf, yang menyebabkan keracunan ion kalium akut dan disfungsi saraf pendengaran lokal, yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Penjelasan lain adalah bahwa saluran sendi dari membran vagus tersumbat oleh mucopolysaccharide yang diendapkan dan zat-zat lain, dan bahwa getah bening terakumulasi di koklea. Ketika tekanan naik ke tingkat tertentu, saluran sendi memerah terbuka dan endolimf mengalir ke arah tekanan rendah, merangsang punggungan perut buncit dan menghasilkan vertigo.  (1) Diagnosis: Riwayat yang mendetail adalah penting dan dapat membantu mempersempit diagnosis. Tanda-tanda penyakit ini terutama berupa perubahan fungsi pendengaran dan vestibular. (1) Pemeriksaan pendengaran. Kurva pendengaran nada murni lebih jelas dalam gangguan pendengaran frekuensi rendah daripada di wilayah frekuensi tinggi pada tahap awal penyakit, dengan tuli sensorineural dan tes keseimbangan kenyaringan positif. (ii) Pemeriksaan fungsi vestibular. Disfungsi vestibular hadir pada sebagian besar pasien dan lebih jelas pada tahap akhir penyakit. (iii) Nistagmus. Nistagmus spontan dapat terjadi pada klimaks serangan dan merupakan tanda objektif yang penting.  (2) Pengobatan: Pada stadium akut, istirahat di tempat tidur, diet rendah garam, sedasi dan obat anti pusing harus diberikan. Antihistamin dan vasodilator perifer, seperti asam nikotinat dan dekstran molekul rendah, efektif. Perawatan bedah seperti fistula bursal endolimfatik dan shunt duktus silikon, neurektomi vestibular, dan vagotomi dapat dipertimbangkan pada kasus-kasus bandel yang sesuai.