Fibrilasi Atrium (AF) adalah aritmia klinis persisten yang paling umum. Prevalensi fibrilasi atrium pada populasi orang dewasa adalah sekitar 0,7%; dan kejadiannya meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia. Selama episode fibrilasi atrium, frekuensi eksitasi atrium dapat mencapai 350-600 denyut per menit dan sama sekali tidak teratur; atrium kehilangan kontraksi efektifnya; frekuensi hantaran ke bawah melalui simpul atrioventrikular ke ventrikel sekitar 100-160 denyut dan ritme sama sekali tidak teratur. Kemampuan jantung untuk memompa darah berkurang sekitar 25%. Anatomi dan Fisiologi Jantung Normal Jantung manusia memiliki empat ruang: atrium kiri, ventrikel kiri, atrium kanan dan ventrikel kanan. Jantung adalah organ berongga dan berotot yang terisi dengan darah, tanpa darah yang mengalir di antara bilik kiri dan kanan. Jantung bertindak sebagai ‘pompa’, mengirimkan darah ke seluruh organ tubuh melalui sistol dan diastol yang berirama untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi normal organ tubuh. Sistem konduksi jantung yang normal Gerakan sistolik dan diastolik jantung dipicu oleh “eksitasi listrik”. Di dalam jantung, tidak hanya terdapat tempat di mana eksitasi listrik dihasilkan, tetapi juga saluran untuk menghantarkannya, yang secara umum dikenal sebagai sistem konduksi jantung. Dalam sistem ini, simpul sinus, yang terletak di atrium kanan, bertanggung jawab atas eksitasi listrik reguler yang ditransmisikan secara cepat dan berurutan ke seluruh jantung melalui sistem konduksi jantung, yang didistribusikan ke seluruh atrium, simpul atrioventrikular, dan ventrikel, serta memicu kontraksi ritmik dan diastol jantung untuk menyelesaikan pemompaan darah. Denyut jantung normal adalah 60-100 denyut per menit dan ritmenya teratur. Apa yang dimaksud dengan aritmia Aritmia adalah ketidaknormalan dalam frekuensi atau irama detak jantung. Kelainan pada fungsi bagian mana pun dari sistem konduksi jantung dapat menyebabkan aritmia. Selama serangan aritmia, pasien sering mengalami jantung berdebar, sesak dada, sesak napas, dan pada kasus yang parah, vertigo, pingsan, atau bahkan kematian mendadak. Tergantung pada frekuensi detak jantung selama serangan, terdapat dua jenis aritmia utama: takiaritmia dan aritmia lambat. Ada dua jenis mekanisme utama untuk perkembangan takiaritmia: mekanisme fokal yang berasal dari abnormal dan mekanisme foldback yang disebabkan oleh adanya bundel konduksi yang abnormal. Diagnosis aritmia Diagnosis awal dapat dibuat dari EKG atau Holter yang direkam selama episode aritmia, bersama dengan beberapa gejala yang menyertai episode tersebut. Namun, jika lokasi dan mekanisme aritmia perlu diklarifikasi, maka diperlukan pemeriksaan elektrofisiologi.