Apakah perdarahan subarakhnoid (SAH) merupakan kondisi yang terpisah? Perdarahan subaraknoid adalah pecahnya pembuluh darah di dasar otak atau bagian dangkal otak, di mana darah masuk ke ruang subaraknoid secara langsung. Kondisi ini bukan merupakan kondisi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai penyebab. Aneurisma intrakranial adalah penyebab yang paling umum, dengan 65-85% kasus dilaporkan disebabkan oleh perdarahan aneurisma intrakranial yang pecah. Apa saja tanda dan gejala SAH? Manifestasi klinis SAH yang khas adalah timbulnya sakit kepala yang parah secara tiba-tiba, yang sering digambarkan oleh pasien sebagai “sakit kepala terburuk dalam hidup saya”, disertai dengan riwayat fotofobia, muntah, dan gangguan kesadaran. Aneurisma intrakranial yang pecah dapat menyebabkan berbagai perubahan patologis termasuk SAH, hematoma intraserebral, vasospasme otak, iskemia otak, hidrosefalus dan hidrosefalus, dengan angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Secara statistik, tingkat kematian akibat pendarahan ulang pada pasien yang bertahan hidup setelah menjalani pengobatan konservatif pertama adalah lebih dari 80%. Karena perjalanan alami penyakit yang sangat berbahaya dan keseriusan komplikasinya, pasien dengan kondisi ini harus dipindahkan ke fasilitas bedah saraf untuk diagnosis dan pengobatan sesegera mungkin. Bagaimana SAH didiagnosis lebih lanjut? Pasien dengan SAH harus menjalani angiogram seluruh otak (DSA, CTA atau MRA) untuk menentukan keberadaan, jumlah, ukuran, lokasi dan bentuk aneurisma. DSA adalah standar emas untuk diagnosis aneurisma intrakranial. Jika aneurisma intrakranial tidak terdeteksi pada pencitraan pertama, DSA akan diulang di kemudian hari. Bagaimana pasien dengan SAH dirawat? Pasien dengan SAH yang belum terdiagnosis harus dipantau secara ketat dan beristirahat di tempat tidur. Obat-obatan harus digunakan untuk sedasi, analgesia, anti-emetik, pencahar, menghindari batuk dan rangsangan mental, pencegahan vasospasme otak, iskemia otak, pencegahan kejang dan pengendalian tekanan darah tinggi. Bagaimana pasien dengan aneurisma intrakranial dirawat? Karena risiko perdarahan ulang dan tingginya angka kematian serta kecacatan akibat pecah dan pecahnya kembali aneurisma intrakranial, maka aneurisma intrakranial harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Perawatan bedah tradisional adalah kraniotomi untuk menjepit leher aneurisma dan mengeluarkan aneurisma dari sirkulasi otak. Waktu pembedahan yang optimal tergantung pada status klinis pasien dan faktor lain yang relevan. Pasien dengan kondisi klinis yang baik dan pasien dengan hematoma yang menyebabkan efek pendudukan atau dengan tanda-tanda perdarahan ulang harus dioperasi lebih awal (yaitu dalam waktu 48-96 jam setelah SAH). Pembedahan dini lebih sulit dilakukan karena pembengkakan otak, dll., dengan peningkatan kecacatan yang sesuai dan insiden perdarahan ulang yang lebih rendah. Pembedahan harus ditunda pada pasien dengan kondisi klinis yang buruk (yaitu 10-14 hari setelah SAH). Pasien dengan kondisi klinis yang terlalu buruk, setara dengan klasifikasi Hunt-Hess 4-5, umumnya ditunda pembedahannya. Angka kematian dan kecacatan akibat operasi berkaitan erat dengan kondisi pasien, ukuran dan lokasi aneurisma serta derajat vasospasme otak. Kemajuan dalam teknik endovaskular menawarkan pilihan pengobatan baru, bahkan pada fase akut. Ingat: dokter dan keluarga harus waspada terhadap pasien dengan SAH! Jangan anggap enteng! Mengambil tindakan proaktif untuk menemukan dan mengobati penyebab perdarahan adalah kunci pengobatan!