Makanan dan Diabetes

  Pengobatan penting bagi penderita diabetes. Sebenarnya, ada banyak makanan dalam keranjang makanan kita yang dapat membantu menurunkan gula darah.  Bawang bombay bersifat menyengat dan hangat, manis, lembab dan putih. Bawang bombay tidak hanya mengandung zat yang merangsang sintesis dan sekresi insulin, yang merupakan bantuan untuk pengobatan diabetes, tetapi juga mengandung prostaglandin A dan asam thiamin, yang memiliki efek melebarkan pembuluh darah, mengatur lipid darah dan mencegah arteriosklerosis. Oleh karena itu, ini paling cocok untuk penderita diabetes mellitus dan dislipidaemia. Caranya adalah dengan menggunakan 100g bawang merah, rendam dalam air mendidih dan campur dengan kecap asin, sekali sehari.  Labu manis, hangat dan tidak beracun, dan memiliki efek mengencangkan bagian tengah dan menguntungkan qi. Mengandung fruktosa, yang dapat menghambat penyerapan glukosa, dan dapat bergabung dengan kelebihan kolesterol dalam tubuh untuk mencegah kolesterol tinggi dan aterosklerosis. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa labu kuning juga mengandung karnosin, adenin, pentosan, manitol dan banyak zat lain yang bermanfaat bagi tubuh manusia, dan memiliki efek mempromosikan sekresi insulin. Pasien diabetes memasak 100 gram labu setiap hari untuk memperbaiki gejala.  Mentimun itu manis dan sejuk, manis dan renyah, dan memiliki efek menghilangkan panas dan menghilangkan dahaga. Penelitian farmakologi modern menunjukkan bahwa mentimun hanya mengandung 1,6% gula, merupakan pengganti makanan yang umum bagi penderita diabetes, dan dapat diperoleh dari vitamin C, karoten, serat dan mineral. Asam malonat yang terkandung dalam mentimun dapat menghambat transformasi gula menjadi lemak dalam tubuh manusia. Pasien diabetes obesitas yang dikombinasikan dengan hipertensi, makan 100 gram mentimun sehari, sangat bermanfaat.  Pare bersifat pahit dan dingin, lembut dan kaya akan banyak nutrisi, terutama vitamin C, yang tertinggi di antara semua jenis melon. Penelitian farmakologi menemukan bahwa pare mengandung saponin pare, memiliki efek hipoglikemik yang sangat jelas, tidak hanya memiliki peran yang mirip dengan insulin (sehingga ada yang disebut insulin tanaman), tetapi juga untuk merangsang pelepasan fungsi insulin. Beberapa orang menguji, dengan sediaan saponin pare untuk pengobatan oral diabetes tipe 2, total tingkat efektifnya bisa mencapai 78,3%. Jadi, jika pasien diabetes dengan pare 1, potong terbuka untuk menghilangkan daging dan cuci, iris direbus 1 kali untuk diminum, 1 sampai 2 kali sehari, kondusif untuk kontrol gula darah.  Bayam bersifat manis dan dingin, memuaskan dahaga dan membasahi kekeringan, dan merupakan sayuran terbaik untuk membantu pengobatan rasa haus dan minum pada diabetes. Metode yang umum adalah menggunakan 60 gram bayam, 15 gram jamur ayam, 20 gram jamur putih, tambahkan air dalam jumlah yang tepat, masak dan makan sayuran dan minum supnya, 2 kali sehari.  Lentil kaya akan serat larut, yang memiliki efek menurunkan gula, trigliserida dan kolesterol berbahaya. Gunakan 30-50 gram lentil untuk dimasak dan dimakan sekali sehari, ini efektif untuk penderita diabetes yang dikombinasikan dengan dislipidemia.  Biji coix manis, ringan dan sedikit dingin di alam, dan merupakan makanan dan suplemen obat yang berfungsi ganda untuk paru-paru dan limpa, serta penghilang diuretik dan kelembapan. Studi farmakologi modern telah menunjukkan bahwa biji Coix memiliki efek menurunkan gula darah, terutama pada penderita diabetes obesitas dengan hipertensi. Cara menggunakan: 15-20 gram biji Coix dan 30 gram beras berbutir bulat, masak bubur bersama dan minumlah sekali sehari.  Kayu manis bersifat pedas dan hangat dan memiliki efek mengencangkan Yang dan menghangatkan limpa dan perut. Para ilmuwan Amerika telah menemukan bahwa kayu manis dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah dan memiliki efek terapeutik pada pasien diabetes. Dianjurkan untuk menambahkan 1 hingga 3 gram kayu manis bubuk ke dalam masakan, tetapi kayu manis bersifat menyengat dan panas dan tidak cocok untuk penderita diabetes defisiensi Yin.  Jamur perak bersifat manis dan ringan dan memiliki efek menyehatkan Yin, mengatur kekeringan dan menyehatkan perut, dan tidak hanya bergizi tetapi juga memiliki nilai obat yang tinggi. Jamur perak rendah energi kalori dan kaya serat makanan, yang memiliki efek memperlambat kenaikan gula darah pada pasien diabetes. Penelitian terbaru melaporkan bahwa jamur perak mengandung lebih banyak polisakarida, yang berpengaruh pada aktivitas hipoglikemik insulin. Dalam percobaan pada hewan, ditemukan bahwa polisakarida jamur perak dapat memperpanjang waktu kerja insulin pada hewan dari 3 hingga 4 jam menjadi 8 hingga 12 jam. Oleh karena itu, disarankan bagi pasien diabetes untuk makan jamur perak secara teratur. Cara menggunakan: 15-20g jamur perak, direbus dan dimakan sekali sehari.