Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, sekarang diakui secara internasional bahwa diabetes adalah sindrom multifaktorial. Secara khusus, kejadian diabetes pada kerabat penderita diabetes lebih tinggi daripada kerabat non-diabetes, sehingga mengindikasikan bahwa diabetes juga memiliki predisposisi genetik. Misalnya, pada tahun 1982, ilmuwan Inggris menerbitkan hasil penelitian tentang diabetes pada kembar monozigot. Di antara 200 pasang kembar monozigot, tingkat keduanya menderita diabetes pada waktu yang berbeda setelah lahir adalah 90,6% untuk diabetes yang tidak tergantung insulin dan 54,4% untuk diabetes yang tergantung insulin, yang mengindikasikan bahwa kecenderungan genetik diabetes yang tidak tergantung insulin lebih signifikan daripada diabetes yang tergantung insulin. Contoh lainnya adalah skor risiko diabetes Tiongkok yang dikembangkan oleh Profesor Ji Linong dan yang lainnya di Rumah Sakit Rakyat Universitas Peking, yang menyertakan riwayat keluarga diabetes sebagai variabel skor risiko yang penting berdasarkan data dari Studi Diabetes dan Sindrom Metabolik Tiongkok yang dilakukan dari tahun 2007 hingga 2008. ”Diabetes memiliki kecenderungan genetik, jadi, apakah anggota keluarga penderita diabetes bisa terkena diabetes?” Karena ada juga banyak jenis diabetes, maka penting juga untuk menganalisis masalah spesifiknya. Dari sudut pandang klinis, dengan perkembangan teknik diagnostik molekuler saat ini, diabetes dengan predisposisi genetik secara bertahap telah dipisahkan dari kelompok penderita diabetes yang lebih besar, seperti diabetes onset dewasa muda (MODY) dan beberapa diabetes onset dini. Namun, prevalensi diabetes tipe 2 yang tinggi, yang masih memerlukan penelitian intensif, menyumbang 85-90% dari semua jenis diabetes. Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar diabetes tipe 2 tidak disebabkan oleh mutasi genetik tunggal, melainkan oleh beberapa mutasi genetik, dan bahwa genetika mungkin tidak secara langsung menyebabkan penyakit ini, melainkan predisposisi terhadap diabetes, dan bahwa faktor lingkungan tertentu harus ada agar diabetes dapat terjadi. Oleh karena itu, pemeriksaan mekanisme etiologi mengungkapkan bahwa pengaruh utama pada diabetes adalah faktor genetik dan lingkungan. Ketika mempelajari faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan diabetes dan prediksi peringatan dini diabetes, perhatian diberikan pada faktor genetik dan peran yang dimainkan oleh lingkungan dalam latar belakang genetik. Latar belakang genetik orang Tionghoa cukup rentan terhadap diabetes, dan menurut data dari penelitian asing, prevalensinya sekarang telah mencapai 15-20% di antara orang Tionghoa yang telah beremigrasi ke luar negeri. Menurut Survei Epidemiologi Tiongkok tahun 2008, prevalensi diabetes mendekati 6% di antara orang yang berusia 20 hingga 40 tahun. Saat ini, selain hampir 100 juta orang dengan diabetes, pada saat yang sama ada 70% penderita diabetes di Tiongkok yang belum terdiagnosis dan sekitar 150 juta orang yang berisiko tinggi terkena diabetes (atau pra-diabetes). Di masa depan, jumlah orang Tionghoa yang mengidap diabetes akan terus meningkat, dan skrining dini serta pencegahan aktif adalah kuncinya.