Benarkah makanan dapat melindungi dari kanker?

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang wajar dan gaya hidup sehat adalah dasar dari anti-kanker ilmiah, dan 40% tumor terkait dengan kebiasaan makan dan gaya hidup yang tidak wajar. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang sangat memperhatikan apa yang harus dimakan untuk mencegah dan melawan kanker, berbagai “makanan bintang” anti-kanker juga muncul, dan dengan meningkatnya berbagai penelitian dan temuan terus bermunculan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang buruk dan obesitas terkait merupakan faktor risiko untuk perkembangan tumor ganas; namun, tidak ada bukti bahwa makanan tertentu dapat mengubah lingkungan hidup tumor ganas yang ada pada tingkat sel dan menyebabkan kematian atau pertumbuhannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker merupakan hasil dari akumulasi berbagai faktor risiko selama hidup seseorang, dan mengonsumsi apa yang disebut “makanan anti-kanker” dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan akumulasi risiko tertentu dalam tubuh manusia. Moderasi adalah kuncinya: Gula, garam, susu, kopi, teh, daging, cokelat, dan makanan yang sering dipertanyakan adalah pilihan yang aman sebagai bagian dari diet seimbang. Mengenai makanan ini, terutama yang tinggi gula, dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama tumor ganas. Selain itu, salah satu perbedaan utama antara sel kanker dan sel normal adalah penggunaan energi yang sangat rendah pada sel kanker. Sel normal menggunakan glukosa melalui respirasi aerobik, dan setiap molekul glukosa yang dikonsumsi dapat menghasilkan 38 ATP, sedangkan sel kanker, karena kurangnya mitokondria, menggunakan glukosa melalui respirasi anaerobik, dan setiap molekul glukosa yang dikonsumsi hanya dapat menghasilkan 2 ATP “dengan susah payah”, oleh karena itu, pertumbuhan sel kanker perlu mengkonsumsi glukosa dalam jumlah yang banyak, dan fenomena unik ini disebut “pertumbuhan sel kanker”. Fenomena unik ini dikenal sebagai “efek Waber”. Oleh karena itu, diet tinggi glukosa secara teoritis tidak hanya merupakan faktor risiko tinggi untuk perkembangan tumor, tetapi juga merupakan faktor yang merugikan untuk pengobatan tumor. Rekomendasi umum mereka untuk pencegahan keganasan dan kesehatan fisik adalah: 1. Untuk tetap ramping mungkin, selama Anda tidak kekurangan berat badan; 2. Untuk melakukan setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari; 3. Untuk menghindari minuman yang dimaniskan dengan gula dan membatasi makanan dengan kepadatan energi yang tinggi (terutama makanan olahan yang tinggi gula, rendah serat, atau tinggi lemak); 4. Untuk makan berbagai macam sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan polong-polongan, seperti kacang-kacangan; dan 5. Untuk membatasi asupan daging merah (seperti daging sapi, babi, dan domba) dan hindari daging olahan; 6. Jika Anda minum alkohol, batasi minuman beralkohol hingga dua porsi sehari untuk pria dan satu porsi sehari untuk wanita; 7. Batasi asupan makanan yang terlalu asin dan makanan yang diawetkan dengan garam (natrium); dan 8. Jangan menggunakan suplemen untuk mencegah tumor ganas. Para ahli merekomendasikan agar orang memenuhi kebutuhan nutrisi mereka melalui pilihan makanan. Meskipun suplemen vitamin dapat membantu orang yang kekurangan nutrisi, ada bukti bahwa tidak ada manfaat kesehatan tambahan dari suplemen yang melebihi kebutuhan tubuh.