Apakah bifosfonat oral meningkatkan risiko osteonekrosis?

  Bifosfonat oral tidak meningkatkan risiko osteonekrosis rahang, menurut data yang dipresentasikan pada Sesi Umum ke-89 dan Pameran Asosiasi Internasional untuk Penelitian Gigi.  Kesimpulan ini didasarkan pada studi retrospektif dan prospektif gabungan yang menganalisis data dari database jutaan pasien dan mempelajari ratusan pasien dalam uji klinis terkontrol, tidak ada satupun yang menemukan bahwa bifosfonat oral memiliki peningkatan risiko osteonekrosis. Namun, penelitian ini menemukan peningkatan enam kali lipat risiko osteonekrosis rahang pada pasien yang diberi bifosfonat intravena. Banyak penelitian lain telah menemukan hubungan yang kuat antara bifosfonat intravena dan osteonekrosis, tetapi apakah bifosfonat oral membawa risiko yang sama masih kontroversial, dan American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons merekomendasikan bahwa pasien tertentu harus dipertimbangkan untuk tidak menggunakan bifosfonat oral sebelum operasi mulut.  Untuk mendapatkan data prospektif, tiga uji klinis acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo yang melibatkan total 516 pasien telah dilakukan. Semua pasien ini telah mengonsumsi bifosfonat oral (alendronate atau risedronate) selama beberapa tahun. Dari pasien-pasien ini, 386 mengalami periodontitis dan 130 memerlukan implan oral. Pasien-pasien ini diperiksa setiap 3 bulan untuk mengetahui tanda-tanda osteonekrosis rahang. Hasilnya, tidak ada pasien yang mengalami osteonekrosis rahang, terlepas dari apakah mereka diobati dengan bifosfonat oral atau plasebo.